Beli Barang Tak Mau Bayar, Oknum Polisi 'Dihakimi' Massa

Jumat, 27 November 2015 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Oknum polisi dari Polda Riau babak belur dihajar massa di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Pasalnya, pelaku sudah tiga kali mengambil perabotan di toko tidak pernah membayarnya. Oknum polisi diketahui Briptu MS yang baru pindah tugas dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, Briptu MS sudah tiga kali mengambil perabot di toko pinggiran Jalan Sudirman itu tanpa pernah membayar. Perbuatannya itu dilakukan menggunakan baju dinas kepolisian.

Pada pengambilan ketiga, tepatnya pada Kamis (26/11), pemilik toko menanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) pelaku. Briptu MS tak bisa memperlihatkannya dengan alasan ketinggalan di rumah.

Ketika itu, pemilik toko mengganggap dia merupakan anggota polisi gadungan. Karena dianggap polisi gadungan, masyarakat sekitar pun menghajarnya sampai babak belur. Nasib Briptu MS 

diselamatkan oleh anggota Polresta yang kebetulan melintas menggunakan mobil patroli di tempat kejadian perkara (TKP). Oknum anggota polisi itu lalu diamankan, kemudian diserahkan ke Propam Polda Riau.

Setelah mendengar penjelasan pemilik toko, anggota polisi yang sedang patroli kemudian membawa Briptu MS ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau untuk diperiksa intensif.

Kabid Propam Polda Riau AKBP Anggoro Sukartono yang dikonfirmaskan wartawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, Briptu MS nekat berbuat demikian karena mengalami gangguan kejiwaan.

"Dia (Briptu MS) ini pindahan dari Polda Kepri yang berdinas di Natuna. Baru beberapa minggu di sini. Bisa jadi dia mengalami gangguan psikologis," katanya.

Ke depannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Riau terkait riwayat kejiwaan Briptu MS. Pasalnya, MS diduga sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak berdinas di Polda tersebut. Buktinya sejak diamankan kemarin, Briptu MS masih terlihat linglung dengan tatapan mata kosong. [**son]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT