BLH Sosialisasi Pengelolaan Limbah B3

Kamis, 26 November 2015 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis mensosialisasikan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) bagi para pemilik bengkel kendaraan bermotor. Sosialisasi berkaitan dengan pengelolan limbah B3 jenis oli bekas.

Kepala BLH Kabupaten Bengkalis, H Arman AA kepada wartawan menjelang pelaksanaan kegiatan di Hotel Horizon, Kamis (26/11) mengatakan, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Bengkalis baik roda dua maupun roda empat, tentu diiringi pula dengan bertambahnya usaha bengkel kendaraan.

Dari kegiatan bengkel tersebut dihasilkan limbah yang berupa limbah B3, salah satunya oli bekas.

“Walaupun  oli  bekas  masih  bisa  dimanfaatkan, tapi kalau tidak dikelola dengan baik, maka akan membahayakan bagi lingkungan,” ujar Arman didampingi Kasubid Pemantauan, Nurman yang juga panitia penyelenggara kegiatan.

Menurut Arman, limbah B3 merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, atau jumlahnya yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari lingkungan hidup.

Membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup.

Untuk itu, oli bekas perlu dikelola sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014.

Saat ini, sambung Arman, dampak dari limbah B3, khususnya oli bekas mungkin belum dirasakan oleh masyarakat. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dimana jumlah limbah yang dihasilkan semakin meningkat, maka sangat mungkin akan menimbulkan dampak yang membahayakan.

“Karena itu, kita dari BLH berusaha mensosialisasikan hal ini kepada para pemilik usaha bengkel kendaraan. Harapan kita, mereka bisa mengelola limbah B3 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Nurman menambahkan, sebelumnya BLH juga menyelenggarkan kegiatan serupa di Duri. Total secara keseluruhan peserta yang mengikuti sosialisasi sebanyak 90 orang dengan rincian 55 saat acara di Duri dan 35 di Bengkalis.

“Khusus hari ini di Bengkalis, kita mengundang pemateri dari BLH Provinsi dan dari BLH Kabupaten Bengkalis,” kata Nurman.

Salah seorang narusumber dari BLH Bengkalis, Wiwi Hardayati menyampaikan betapa pentingnya para pemilik usaha, khususnya usaha perbengkelan untuk mengurus izin lingkungan sebelum mendirikan usahanya.

Izin lingkungan menurut Wiwi merupakan prasyarat untuk bisa diterbitkannya izin-izin lain.

“Kemudian ada lagi yang namanya Izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH). Izin ini diterbitkan sebagai persyaratan izin lingkungan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” kata Wiwi berharap pemilih usaha perbengkelan kendaraan bermotor bisa mengelola limbah B3 yang dihasilkan. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT