Tersangkut Korupsi, Kadisnakertrans Bengkalis Ditahan

Rabu, 22 Februari 2012 - 18:16:51 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Kejaksaan Negeri Bengkalis menahan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis, JS, terkait kasus dugaan korupsi docking KMP Tasik Gemilang sewaktu yang bersangkutan menjabat sebagai kepala dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bengkalis.

JS ditahan bersama mantan stafnya TL yang bertindak sebagai Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Selasa (21/2/12) malam, setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 13.00 WIB. Sementara satu tersangka lagi, IH yang bertindak selaku rekanan, sebelumnya sudah ditahan dan sedang menjalani sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pekanbaru dalam kasus korupsi pengadaan Kapal Patroli Elang Laut, juga di Dishubkominfo Bengkalis.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Andi Muhammad Hamka didampingi Kasi Intel Dedi Priyo Handoyo kepada wartawan, Rabu (22/2/12), membenarkan adanya penahanan kedua tersangka. Dipaparkan Kajari, keduanya ditahan setelah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan selama 9 jam oleh penyidik. Berdasarkan pertimbangan objektif dan subjektif serta rekomendasi dari penyidik, keduanya sudah memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan.

"Begitu selesai diperiksa, keduanya langsung ditahan sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya setelah dilakukan pemberkasan, kedua tersangka malam itu juga langsung dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan Bengkalis sekitar pukul 22.00 WIB," ungkap Andi yang akan pindah tugas ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Disinggung soal bakal adanya calon tersangka baru dalam kasus ini, Kajari menyatakan hal itu tidak tertutup kemungkinan. Penahanan kedua tersangka berikut satu tersangka lainnya, IH yang sudah lebih dulu ditahan, sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

Ditambahkan Kasi Intel Kejari Dedi Priyo Handoyo, perbuatan ketiga tersangka dalam docking KMP Tasik Gemilang ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp680 juta. Hal itu berdasarkan nilai kontrak proyek docking KMP Tasik Gemilang yang dimenangkan CV Dwi Santika Jaya (DSJ) dengan nilai kegiatan Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD Bengkalis tahun 2009.

"Pelaksanaan kegiatan docking KMP Tasik Gemilang tahun 2009 itu merugikan keuangan negara sebesar Rp 680 juta dari total nilai kontrak Rp 1.8 miliar. Semua alat bukti maupun keterangan di depan penyidik sudah cukup kuat untuk dilakukan penahanan," tegas Dedi.

Sementara tersangka IH yang merupakan direktur CV DSJ, Dedi menyebutkan bahwa IH sudah ditahan terlebih dahulu dalam proyek pengadaan kapal patroli Elang Laut juga di Dishubkominfo. Sekarang IH dititipkan di Lapas Pekanbaru untuk menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) setelah ditahan akhir tahun 2010.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bengkalis, Muhammad Alisyehbana, juga membenarkan kalau JS dan TL sudah dititipkan Kejari di Lapas yang dipimpinnya. Keduanya sejak Selasa malam sudah berada di Lapas Bengkalis untuk menjalani proses selanjutnya.

"Keduanya ditempatkan di ruangan pengenalan lingkungan, sebelum di tempatkan di sel biasa bersama narapidana lainnya. Meskipun keduanya adalah pejabat di Pemkab Bengkalis, tapi tidak akan ada perlakuan istimewa yang diberikan selama mereka menghuni Lapas Bengkalis," tegas Alisyehbana saat ditemui wartawan sedang berada di Kantor Kejari Bengkalis.**us


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT