Peneliti Temukan Makam Raksasa Berusia Ribuan Tahun di Israel

Jumat, 13 November 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Sejumlah peneliti baru saja menemukan makam misterius di Israel. Makam berbentuk roda raksasa ini diberi nama Rujm el-Hiri, yang dalam Bahasa Arab berarti tumpukan batu dari kucing liar.

Makam misterius ini pertama kali ditemukan oleh ahli arkeologi Israel pada tahun 1967. Bentuknya tersusun dari tumpukan bebatuan dengan tinggi sekitar 2,4 meter dengan 5 lapisan tembok besar. Berat total dari bebatuan yang menyusun struktur ini diperkirakan mencapai 37.500 ton.

Makam yang  dalam Bahasa Ibrani Gilgal Refaim, yang berarti 'roda raksasa' diperkiraan telah berusia sekitar 5.000 tahun ini juga membentuk suatu struktur aneh yang menyerupai roda raksasa bila dilihat dari atas. Tidak tanggung-tanggung, diameternya mencapai 152 meter.

"Ini adalah sebuah situs yang membingungkan. Kami hanya memiliki sedikit informasi, namun tidak ada foto secara keseluruhan," ungkap Uri Berger, ahli makam megalitik dari Israel Antiquities Authority yang ditulis dalam Huffington Post.

Di tengah-tengah struktur 'roda raksasa' ini terdapat sebuah situs makam dengan ketinggian yang mencapai 4,5 meter.

"Kelima tembok besar yang membentuk 'roda raksasa' ini mungkin digunakan untuk membangun sebuah ruangan khusus untuk memakamkan seorang tokoh penting di masa lampau," kata Berger. Namun, sampai saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui siapa yang dahulunya pernah dimakamkan di sini.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada awalnya, struktur misterius ini dibangun oleh para pengembara untuk tujuan tertentu. Barulah kemudian, mereka menggunakannya sebagai sebuah makam. Berdasarkan laporan Biblical Archaeology Review, struktur 'roda raksasa' ini mungkin digunakan sebagai sebuah situs penanda kalender kuno yang mengindikasikan waktu tibanya titik balik matahari pada musim panas dan fenomena astronomi lainnya.

Sementara, ada pula anggapan yang mengatakan bahwa struktur serta makan ini dibangun secara bersamaan, di mana tubuh para leluhur yang meninggal dunia akan diletakan di puncak tumpukan batu dan menjadi santapan burung bangkai. [cnn]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT