Masyarakat Pulau Padang 'Kibarkan Bendera Perang'

Selasa, 21 Februari 2012 - 02:03:34 WIB
Share Tweet Google +

Element masyarakat tingkat bawah yang ada di Pulau Padang Kepulauan Meranti mengingatkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenhut agar tidak beranda-andai dan jangan pernah bermimpi jika persoalan yang terjadi bisa diselesaikan dengan pola incluving. Kemenhut dinilai masyarakat Pulau Padang saat ini sama dengan mengibarkan bendera perang dengan masyarakat. 

Muhammad Ridwan, koordinator aksi jahit mulut di Jakarta menyebutkan yang dilakukan masyarakat Pulau Padang saat ini akibat sikap Kemenhut yang memaksakan kehendak dengan mengatakan persoalan yang terjadi di Pulau Padang telah selesai dan menunggu penetapan batas wilayah. 

Demikian disampaikan Muhammad Ridwan kepada wartawan melalui selulernya,"sekali lagi kami tegaskan kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan jangan pernah berangan-angan untuk bermimpi bahwa persoalan yang terjadi di Pulau Padang dapat mereka selesaikan dengan pola pemaksanaan kehendaknya sendiri dengan mengabaikan tuntutan masyarakat,".

Tambahnya, kami masyarakat yang ada di Pulau Padang telah mendirikan sejumlah posko untuk mengantisipasi atau untuk mengusir siapapun yang datang ke Pulau Padang  Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti guna melakukan penetapan tapal batas. "Kami tidak percaya lagi langkah yang diambil Kemenhut, sebab kami masyarakat sudah muak selalu dibohongi, lebih dari itu, Kami tegaskan kepada siapapun yang punya kepentingan besar membela perusahan, kami tantang untuk memasuki wilayah Pulau Padan," ujar Muhammad Ridwan.

Disamping melakukan perlawanan ditingkat bawah, masyarakat Pulau Padang yang ada di Pekanbaru maupun Jakarta telah memulai melakukan konsolidiasi besar untuk membentuk forum komunikasi rakyat guna penyelamatan propinsi Riau secara menyeluruh dari ancaman pihak pemodal besar. Baik yang belum mapun yang sudah menjadi korban kebiadaban perusahaan seperti RAPP, maupun yang sedang berada dalam ancaman mereka.

Masih menurut Muhammad Ridwan, konsolidasi ini nantinya akan terjadi penggabungan antara perjuangan masyarakat yang ada di sejumlah wilayah di Riau, seperti perjuangan masyarakat Pulau Rupat Bengkalis, masyarakat Pulau Rangsang Kecamatan Rangsang, kecamatan Bukit Batu, dan masyarakat korban HTI yang ada di Propinsi Riau lainya.

"Kami sudah siap bergabung guna menyatukan tekat mengusiri mereka dari bumi Riau. Hal ini kami lakukan karena masyarakat sudah mengambil kesimpulan bahwa pemerintah dalam hal ini Menteri Kehutanan telah membuktikan kepada publik, bahwa mereka telah berpihak kepada perusahaan," ujar Muhammad Ridwan.**def

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT