Oknum LSM Beking Bongkar Barang Ilegal

Rabu, 15 Februari 2012 - 18:38:36 WIB
Share Tweet Google +

Hingga saat ini, aktivitas bongkar muatan barang kapal pengangkut antar pulau maupun ekspor-impor yang saat ini masih marak di Selatpanjang. Bongkar muat barang legal dan ilegal berlangsung dibelakang ruko yang sekaligus sebagai tempat tinggal. Aktivitas ini dibeking oknum termasuk yang mengaku dari LSM.

Oknum yang mengaku-ngaku dari salah satu LSM telah pembekingan kegiatan aktivitas bongkar muat barang di belakang ruko. Hal ini disampaikan Abdul Qodir Jailani, wartawan media Warta Sumatra dan W. Hutasoit wartawan majalah Tiro, lipuan wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (15/2/12) di selatpanjang.

“Rabu (15/2/12) sekitar pukul 11.00 WIB kami yang sedang melakukan tugas liputan di Jalan Ahmad Yani Ujung tepatnya di seputaran pasar ikan. Kami melihat ada kapal yang melakukan bongkar barang di belakang ruko atau tempat tinggal, selanjutnya kami berdua langsung menghentikan laju kendaraan dan menuju ke sebuah kapal yang sedang melakukan bongkar muatan di belakang ruko yang di sebut sebagai pelabuhan tikus," ujar Abdul Qodir Jailani.

Dipintu belakang ruko lanjut Abdul Qodir, kapal motor KM Bintang Baru yang di nakhodai Yusuf sedang melakukan bongkar muatanya kapal yang berisi barang barang asal luar negeri melalui rute Tanjung Balai Karimun Kepri.

"Kami melihat mereka membongkar tv, kulkas, oli kaleng merek luar negeri, tali plastik ball serta minuman kaleng merek krating daeng asal Singaupra serta jenis minuman kaleng lainya. Tidak menutup kemungkinan kapal seperti ini juga memuat berbagai minuman alkohol," kata Jailani yang dibenarkan W Hutasoit.

Aktifitas bongkar barang di belakang ruko terlihat tanpa ada pengawasan dari pihak aparat terkait."Kami langsung berupaya melakukan pengambilan gambar guna sebagai bukti untuk ditindak lanjuti dengan mengkonfirmasikan kepada pihak berwenang seperti Bea Cukai di Selatpanjang. Sayangnya, setelah kami mengambil gambar kapal motor bintang baru, Rasid salah seorang oknum yang mengaku dari salah satu LSM bertanya kepada kami, untuk apa difoto kapal itu? Kapal itukan sudah cantik, kenapa difoto," ujar Jailani.

Tak sampai disini, perdebatan terus berlanjut sehingga oknum LSM tersebut mengeluarkan pernyataan ancaman dengan nada tinggi yang mengatakan, "coba kalau diberitakan awas, hati-hatilah, atas ancaman tersebut kami langsung meluncur ke pihak Bea Cukai Selatpanjang," ujar Jailani.

Bea Cukai Selatpanjang, Ir Khanan menyikapi temuan wartawan mengatakan, pihaknya mengaku sejauh ini tidak mengetahui adanya kapal yang bernama Bintang Baru. "Loh selama ini saya selaku pimpinan belum mengetahui adanya kapal motor bernama Bintang Baru, mungkin ini kapal baru dan kemana rute mereka pun saya tidak tau. Kalau soal bongkar muat memang ada aturanya selagi di wilayah Kepabeanan bisa mereka lakukan asal mendapat persetujuan dari pihak Kepabeanan. Itupun harus beradasarkan alasan yang jelas, misalnyakan karena dermana penuh aktivitasnya atau dikarenakan sesuatu hal yang sifatnya mendesak dan harus mendapat pengawasan," ujar Khanan pada wartawan.

Jika tidak ada pengawasan tentunya, lanjut Khanan tidak bisa dilakukan bongkar barang dan sejauh ini kendala utama kenapa aktivitas mereka sering i lakukan tanpa pengawasan dikarenakan jumlah anggota petugas sangat minim sehingga menjadi kendala.

Rasid yang mengaku oknum LSM belum bisa dikonfirmasi. Berdasarkan pantauan yang bersangkutan  selama ini kerap berada di sekitar tempat aktivitas bongkar muat kapal di belakang ruko, namun keperluanya belum diketahui secara persis. "Kepada instansi pemerintah agar berhati-hati dalam menerbitkan izin pendirian organisasi hal ini hanya untuk mengantisipasi penyalahgunaan saja," ujar Jailani.**ant 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT