Akibat Ledakan, Rumah Warga Buluh Rampai Hancur

Selasa, 03 November 2015 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Lemahnya penindakan Pemkab Inhu dan penegak hukum melakukan tindakan terhadap kejadian imbas dari getaran ledakan titik bor seismik yang dilakukan PT.Puri Petroleom Resources LTD yang menyebabkan rumah retak yang di alamai warga Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida, disesalkan sejumlah warga.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Buluh Rampai, Sumadi pada wartawan Selasa (3/11/15), sampai saat ini dia mengakui belum dapat ganti rugi yang dilakukan perusahaan pada warga.

"Pasalnya tidak ada tempat pengaduan, dan beruntung adanya wartawan yang bisa langsung meninjau apa yang sebenarnya terjadi, akan tetapi sebelum masyarakat marah diharap pihak perusahaan segera mengganti rugi karena hampir setiap jalan jalur ada yang rumahnya terkena retak - retak tersebut," Uucap Sumadi.

Menurutnya dengan kegiatan titik bor yang memaki alat peledak itu hingga berdampak kepada kerugian masyarakat, diaku dia rumahnya juga korban retak serta renggan sambungan tiang dan terancam roboh akibat ledakan titik bor seismik yang dilakukan perusahaan tersebut.

"Mengapa tidak, pihak perusahaan itu melakukan ledakan dekat sekitar rumah yang hanya beberapa meter saja,  kejadiannya ledakan dilakukan ditengah malam tanpa ada pemberitahuan pada warga maupun pejabat Pemeritah setempat," jelasnya.

Akibat dahsyatnya ledakan ini beruntung warga tidak ada yang terkena serangan jantung hingga kini belum ada siapa yang yang bertanggung jawab.

Sementara itu Camat Seberida Triyatno mengakui telah meminta perangkat Desa Buluh Rampai agar mendata rumah warga yang terkena korban retak, dan inventarisir rumah yang terkena, dia tengah mengutus petugas Police kontrol untuk memeriksa untuk dilakukan ganti rugi tapi secara kolektif, pada 40 unit rumah tersebut.

"Selanjutnya dari pihak Camat Seberida juga meminta agar segera dilakukan pertemuan antara managemen perusahaan dengan masyarakat yang korban terkena dampak langsung agar ada kepastian ganti kerusakaan dari pihak perusahaan," Ujat Triyatno melalui SMS telpon selulernya.

Pantauan dilapangan kegiatan bor seismik yang dilakukan PT. Puri Petroleom Resources LTD, perusahaan tidak mau ganti rugi jika ada terkena korban retak rumah, hal tersebut diketahui dari Surat  Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts . 340 /IV/2015 tentang Penetapan Biaya Ganti Kerugian terhadap tanaman milik masyarakat yang terkena jalur rintis dan titik bor seismik oleh PT. Puri Petroleom Resources LTD yang ditandatangi H Yopi Arianto tertanggal 6 Juni 2015.

"Diduga tidak ada makan siang yang gratis," Ujar sumber lain pada wartawan.

Terungkap terlampir dalam surat keputusan untuk kegiatanan bor seismik tersebut melainkan  untuk ganti rugi titik seismik dengan nilai Rp.100 ribu perlobang, dan ganti rugi Tebang tebas / Jalur rintis tidak merusak tanaman yang diusahakan, tanaman perkebunan dan tanaman pangan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT. Puri Petroleom Resources LTD  belum berhasil ditemui wartawan.(setia)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT