Suhu Udara Saat Siang di Bojonegoro Melampaui Makkah

Senin, 02 November 2015 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Suhu udara di Kabupaten Bojonegoro, Senin (2/11/2015) sekitar pukul 14.00 wib hingga 15.00 wib mencapai 42 derajat celcius lebih.

Suhu udara setinggi ini melebihi suhu udara di Makkah, Arab Saudi, yang berdasarkan accuweather.com mencapai 38 derajat celcius.
Suhu setinggi itu terdapat di kawasan Blok Cepu, pusat pengeboran minyak yang dilakukan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di kawasan Kecamatan Gayam.

Reporter SURYA.co.id memantau tiga papan teperatur (alat ukur suhu udara) dan humidity (kelembaban udara) di tiga lokasi.
Pemantauan papan temperature dan humidity pertama di kantor di Desa Gayam, kantor Kecamatan Gayam, dan kantor Desa Mojodelik.

Ketiganya menunjukkan suhu udara antara 39 derajat celcius hingga 42 derajat celcius.Tingginya suhu udara itu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat yang hidup di Dusun Dukuh Mojo, Desa mojodelik, Kecamatan Gayam.

Lahan persawahan yang biasa ditanami padi, jagung, kacang hijau, dan tembakau sudah tak terlihat lagi.
Kini, lahan-lahan sawah terlihat tandus, retak-retak, dan tak ada aktifitas pertanian.

Suhu ini juga mengganggu waktu istirahat warga. Mereka tak lagi bisa menikmati tidur nyenyak pada malam hari maupun siang hari.

Pada malam hari, kebanyakan mereka tidur di emperan rumah demi mendapatkan angin alami, angin dari kipas angin tak bisa membantu menghilangkan kepanasan.“Sudah beberapa bulan ini panasnya menyengat, tahun lalu tidak seperti ini,” ujar Sukirno, warga Dusun Dukuh Mojo saat ditemui di rumahnya, dilansir Tribune Senin (2/11) sore.

Sukirno tidak mengetahui secara persis penyebab meningginya suhu udara di desanya.Sekadar diketahui, Desa Mojodelik dekat dengan kawasan pengeboran minyak.

Tak jauh dari desa itu terdapat pembuangan gas suar yang menggunakan sistem flare (dibakar dan keluar ke udara).
“Mungkin panas disebabkan dari flaring, mungkin juga disebabkan kemarau panjang. Tahun lalu, pad abulan Oktober sudah hujan, sekarang di sini belum hujan,” bebernya.

Kemarau panjang yang tak kunjung jua hingga bulan Oktober membuat warga di Desa Mojodelik kesulitan mendapat air. Air sumur yang ada di masing-masing rumah tak selancar beberapa bulan lalu.
Warga lain sedusun dengan Sukirno, Marsi mengaku tak betah dengan suhu yang terus meninggi seperti sekarang ini, salagi sulit mendapatkan air bersih.

Beberapa warga, katanya, sehari mandi sampai lima kali karena tak kuat menahan panas.“Tapi di sini sekarang sulit mendapat air bersih, eman kalau buat mandi,” ujarnya.Tingginya suhu udara tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Gayam, tapi juga terjadi di wilayah Kecamatan Purwosari.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Sedahkidul, Choirul Huda. Menurutnya, suhu udara antara 38 derajat celcisu hingga 39 derajat celcius terjadi di sekitar wilayah desanya.

“Saya sering memantau di wilayah saya, temperatur di mobil menunjukkan angka antara 38 sampai 39 (derajat celcius). Beda dengan di kota (pusat pemerintahan), tadi saya ke kota suhunya 36 derajat celcius,” ujar Choirul yang selalu mengendarai mobil Chevrolet Captiva VCDi keluaran tahun 2015 ini.

Sementara itu, berdasar prakiraan cuaca Kabupaten Bojonegoro dari BMKG Juanda Surabaya yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Bojonegoro, tanggal 1-2 Nopember 2015 kondisi cuaca cerah berawan, suhu 25-34 derajat celcius, kelembaban udara antara 48-76 persen, kecepatan angin 35 Km/jam.

Terpisah, Kabid Pengkajian dan Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro, Hari Susanto mengungkapkan, suhu udara di kawasan pusat pemerintahan sekitar, yakni, terminal rajekwesi, bundaran adipura, dan pemukiman padat kendaraan di Jalan Gahjah Mada antara 33,9-36,8 derajat celcius.


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT