Kejari Bidik 2 Tersangka Baru Puskesmas Bunut

Selasa, 14 Februari 2012 - 20:43:03 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Terkait dengan kasus Puskesmas Bunut yang telah menjerat dua orang yakni mantan Kadiskes Pelalawan Bachtiar Ismail dan M Yanis, kali ini Seksi Pidsus Kejari Pangkalankerinci bakal menetapkan sedikitnya dua orang tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Puskesmas Bunut yang dibangun tahun 2010.

Kepala Seksi Pidsus Ade Indrawan SH pada sejumlah wartawan, Selasa (14/2), memberikan bocoran identitas orang-orang baru yang patut dianggap ikut bertanggungjawab atas timbulnya kerugian keuangan Negara dalam proyek itu.

"Sesuai dengan statemen pak Kajari kepada teman-teman wartawan. Dua orang akan kita tingkatkan statusnya dari saksi. Ada PPTK, dan ada konsultan pengawas," ungkapnya.

Ade mengatakan bahwa yang bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan gedung Puskesmas Bunut adalah Sugianto. Sedangkan penanggungjawab pengawas proyek adalah Eko Hamdani selaku direktur utama PT Citra Consultant.

"Jika memenuhi unsur pidana, kedua nama ini akan kita buatkan dalam dua berkas perkara sendiri-sendiri. Berbeda dengan berkas kepala dinas dan PPK yang diberkas sendiri-sendiri," katanya.

Sementara itu, penahanan M Yanis dan Bahtiar Ismail  dipastikan segera diperpanjang. Masa penahanan selama 20 hari pertama, masing-masing akan berakhr pada 18 Februari dan 22 februari 2012. Penyidik telah menerbitkan surat permohonan perpanjangan penahanan kepada jaksa penuntut umum (JPU) selama 40 hari bagi kedua tersangka.

"Untuk M Yanis, kita perpanjang mulai tanggal 19 Februari 2012 sampai 40 hari ke depan. Selisih tiga hari pak Baktiar Ismail, diperpanjang terhitung 23 Februari 2012," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pemeriksaan lanjutan terhadap Bahtiar dan M Yanis akan dilakukan dalam pekan ini.  "Insya Allah minggu ini kita panggil dua orang sekaligus dari yang sudah ditahan, kalau tidak besok lusa. Kita minta keterangan tambahan atau lanjutan. Aspek materinya terkait soal peran dia lah," kata Ade.
 
Ditambahkannya, sebenarnya kedua tersangka sudah pernah menjawab semua pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan sebelumnya. Namun penyidik memandang perlu memberikan kesempatan kepada tersangka untuk mengulangi memberikan keterangan agar kasus ini makin terang benderang.

"Bisa saja dia membela diri, silahkan disampaikan disitu. Kalau jawaban mereka yang dulu kurang padat kita tanya ulang, tapi ada penambahan tentu," tutupnya.**nd

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT