Rivalitas Mandor dan Karyawan Dipicu Aksi Demo

Rabu, 28 Oktober 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Perkelahian antara Anton Simangunsong selaku Mandor PT.Johan Sentosa Sei Jernih dengan Edison Halawa karyawan perusahaan yang sama, didepan Tower PT.Johan Sentosa Sei Jernih menyisakan pengalaman pahit, Selasa (27/10/15). Perkelahian ini diduga adanya unsur sakit hati diantara keduanya, karena aksi mogok kerja.

Anton Simangunsong selaku mandor diduga sangat berpihak pada Perusahaan , sedangkan Edison Halawa sebagai buruh panen tentu saja memihak sesama buruh yang menuntut hak-hak mereka yang diduga  masih diabaikan oleh Perusahaan.

Berawal dari adu mulut yang awalnya dianggap biasa saja, ternyata berujung dengan baku hantam.

Menurut Anton adu fisik ini terjadi karena secara reflek lehernya dicekik oleh Edison Halawa. Mendapati serangan mendadak ini, Anton Simangunsong yang jarinya mengenakan batu akik langsung menyarangkan bogem mentahnya ke kepala sebelah kiri Edison Halawa.

Akibatnya kepala sebelah kiri Edison Halawa pun luka. Dara segar pun muncrat dari luka akibat pukulan tersebut.

Namun, sepertinya pihak perusahan sengaja menutup perkelahian ini. Sebab, tak satupun top manajemen perusahaan bersedia menjelaskan saat dikonfirmasi.

Amri, bagian umum Perusahaan tersebut mengatakan, tidak berhak menjawab. "Saya tidak ada hak untuk menjawabnya” ujarnya kepada wartawan, Selasa siang.

Hal yang hampir sama  juga ditunjukkan Philipus Poyo selaku Estate Manager saat dijumpai diteras kantor. Ia seolah berpura-pura menelpon dan kemudian langsung kabur kedalam kantor, menghindar dari pers.

Tak hanya itu, seorang pegawai  kantor lainnya, yang tidak diketahui namanya dengan berseragam lengan panjang bercelana hitam, rambut hitam belah samping kiri yang duduk di sebelah Philipus Poyo menyandar ditiang kantor seperti cuek, saat dimintai tanggapannya. Dengan angkuh dan dengan nada tinggi ia balik bertanya, “Anda siapa, mana kartu pers?. Namun ketika ditunjukan kartu pers, dia kemudian menjawab, No comment”.

Sementara itu, Kompol Azwar dari Polres Kampar yang berada didalam ruangan aula Perusahaan ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Azwar kasusnya telah ditangani Polres Kampar.

“Kasusnya sedang dipelajari oleh pihak penyidik Polres Kampar,” jelas Kompol Azwar.

Pantauan dan informasi dilapangan, perkelahian ini diduga ada hubungannya dengan tuntutan para pekerja yang merasa hak-haknya dilanggar oleh peruahaan. Anton Simangunsong selaku mandor dipandang para buruh berpihak kepada Perusahaan dan dinilai tidak mengerti dengan penderitaan buruh.

Informasi terakhir yang diperoleh media ini menyebutkan, antara pelaku dan korban sedang mengupayakan perdamaian secara kekeluargaan dan pelaku bersedia mengganti kerugian pengobatan kepada korban sebesar Rp. 6,5 juta.  

Namun karena uang tidak cukup hingga akhirnya perdamaian gagal dilaksanakan, dan kabarnya perkara ini akan terus diproses penyidik Polres Kampar. Saat ini keduanya masih dimintai keterangan oleh penyidik Polres Kampar. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT