314 Santri Berlomba pada MTQ Pondok Modern Nurul Hidayah

Ahad, 25 Oktober 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com – Sebanyak 314 santri mewakili 15 kamar di asrama Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan yang dipusatkan di dalam Pondok Moren Nurul Hidayah itu dibuka Penjabat Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten III Setda Bengkalis, Hermanto, Jum'at (23/10/2015) malam.


Dalam kata sambutannya, Hermanto mengungkapkan bahwa santri merupakan salah satu elemen penting dalam mensyi’arkan dan mendakwahkan isi dan nilai-nilai kandungan Al Quran di tengah-tengah umat Islam.

Untuk itu para santri diminta untuk meningkatkan ilmu pengetahuan agama maupun umum, sehingga mampu menjadi tauladan.
           
Hadir pada acara pembukaan MTQ ke-9 tingkat Pondok Modern Nurul Hidayah itu Pimpinan Pondok, Ahmad Pamuji, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis Ariyanto, Camat Bantan Hendrik Dwi Atmoko, Kepala KUA Bantan, Mahmud, Pj Kepala Desa Pasiran, Fauzan Azima, sejumlah tokoh masyarakat.
  
“Kami sangat menyambut baik dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan MTQ ke-9 Pondok Modern Nurul Hidayah ini. Karena selain sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, kegiatan ini merupakan wahana untuk syi’ar Al quran di tengah-tengah masyarakat,” ujar Hermanto.

Tujuan MTQ adalah untuk mendekatkan jiwa umat Islam kepada kitab suci dan meningkatkan semangat membaca, mempelajari, serta mengamalkan Al-qur’an.

Ini bermakna, bahwa melalui MTQ, setiap umat Islam kembali diingatkan agar senantiasa berlomba-lomba untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam membaca, mempelajari, serta mengamalkan isi kandungan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti diketahui bersama, Al-quran yang selalu dibaca umat islam tidak pernah mengalami perubahan, tetapi sebaliknya dunia mengalami perubahan akibat Al-quran.

Karena umat Islam tidak mampu menafsirkan Al-quran sesuai dengan perkembangan zaman modern.

“Mari kita jadikan pelaksanaan MTQ ke-9 Pondok Modern Nuruh Hidayah menjadi sarana dakwah yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan, serta bagian penting dalam mengamalkan nilai-nilai universal Islam dengan baik dan benar di tengah-tengah masyarakat,” ungkap mantan Kepala Bagian Humas ini.

Hermanto berharap melalui MTQ ini, hendkanya menjadi motivasi dan garda terdepan dalam berdakwah untuk menangkal dampak negatif di era globalisasi saat ini.

Mengingat saat ini, generasi muda Islam, sangat rentan terpengaruh dengan hal-hal negatif, seperti pengaruh narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, pornografi dan pornoaksi.[rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT