Pemko Langsa Fokus Tekan Angka Kemiskinan

Senin, 19 Oktober 2015 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Seiring dukungan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh, Pemko Langsa terus fokus melakukan penekanan/penurunan terhadap angka kemiskina yang masih diatas 10 persen. Mengingat kemiskinan itu bukan hanya dari aspek ekonomi saja tapi juga dari aspek pendidikan dasar, kesehatan, penyediaan air bersih maupun sanitasi.

Upaya Pemko Langsa untuk menekan angka kemiskinan  itu dilakukan dengan cara meningkatkan kuantitas dan  kualitas infrastruktur jalan, jembatan, perbaikan irigasi, pembangunan rumah layak huni bagi ribuan kaum dhuafa.

Selain itu, peningkatan cakupan dan kualitas layanan air bersih oleh PDAM Tirta Keumuning, penataan rumah sakit agar lebih pro rakyat miskin, penataan kawasan kumuh, bantuan pinjaman modal bergulir simpan pinjam perempuan (SPP) melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), program keluarga harapan, jaminan kesehatan rakyat Aceh (JKRA), bantuan biaya sekolah untuk anak miskin, bibit tanaman pangan dan perkebunan maupun ternak. 

Namun, program Pemko Langsa dalam Penanggulangan kemiskinan ini akan  lebih efektif,apabila mampu bersinergi dengan program pembangunan yang berbasis gampong (desa) sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor : 6/2014  tentang desa.

Demikian sambutan Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), Syahrul Thaib, selaku pembina dan pimpinan upacara Ridwannullah, S.STP.MSP pada peringatan HUT Kota Langsa ke-14 di Lapangan Merdeka Langsa, Senin (19/10).

Dalam upacara itu juga dihadiri sejumlah Muspida Kota Langsa dan peserta para PNS jajaran Pemko Langsa, siswa SMA sederajat, mahasiswa, OKP dan TNI/Polri.

Dalam kesempatan tersebut mengatakan, masa yang akan datang biaya belanja langsung dari satuan kerja perangkat kota (SKPK) sebahagiannya dana transfer pusat itu dialokasikan untuk Alokasi Dana Desa (ADD).

Sehingga, gerakan pembangunan akan berpusat di gampong (desa). Kebijakan itu akan kontra-produktif, jika sumber daya manusia (SDM) di tingkat gampong tidak dipersiapkan secara matang. 

Untuk itu, kepada para cerdik pandai dan para pejabat, kembalilah ke gampong untuk mendidik rakyat agar pandai, sehingga mereka mampu membangun gampongnya dengan seluruh potensi yang ada.

Selain itu, jangan sampai pemanfaatan dana desa seperti Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong (BKPG) dan Alokasi Dana Gampong (ADG), BKPG tidak berdasarkan analisis yang matang terhadap potensi, masalah, peluang maupun tantangan ke depan.

“Kami berharap gampong menjadi inti kekuatan dari pembangunan Kota Langsa ini, dengan semangat menjadikan gampong mandiri dan masing-masing gampong mempunyai produk unggulan yang kompetitif,”ujarnya.

Untuk diketahui, selama kepimpinan Usman Abdullah, SE dan Drs. Marzuki Hamid, MM, prestasi yang sudah diraih diantaranya, dua kali berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia  pada tahun 2013 dan 2014,penghargaan lingkungan sebagai kota sehat Adipura tingkat provinsi serta keberhasilan menyusun, menyajikan laporan keuangan tahun 2014 dengan capaian standard tinggi dalam akuntasi dan pelaporan keuangan pemerinta. [jml]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT