Proyek Posko TNTN Pelalawan, Diduga Bermasalah

Selasa, 07 Februari 2012 - 12:22:16 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Pembangunan sejumlah Posko di kawasan Hutang di Desa Air hitam, Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Riau, diduga syarat manipulasiu. Proyek yang bersumber dari anggaran APBN tahun 2011 itu, diperkirakan  menelan dana total sekitar Rp.6 Milyar, terdapat disejumlah titik lokasi, seperti di lokasi Desa Air Hitam, dibeberapa titik lokasi tersebut hanya tampak pondasinya saja yang dibangun.

Anehnya, proyek pembangunan Posko Balai TNTN, yang seyogianya dibangun di lokasi kawasan Hutan Tesso Nilo, kini pihak Balai mendirikan di luar kawasan Tesso Nillo, sehingga merugikan keuangan negara. Akibatnya, pihak Desa dan warga masyarakat tak menerima pembangunan Posko Balai Tesso Nilo didirikan di lahan perladangan masyarakat setempat.

"Kami tak mau menerima proyek Posko, di Desa Air Hitam. Seharusnya pihak Balai mengkoordinasikan dulu ke pihak Desa, sehingga anggaran negara tidak mubazir," ungkap Sabar Menati. N, kepada Metroterkini, beberapa waktu lalu, melalui rilis Emailmya. Selain itu, katanya, bahwa wilayah Desa tersebut dinyatakan belum termasuk kawasan Tesso Nilo.

Dikatakan Aktifis Tim Relawan Gerakan Anti Koruspi (GAK) Pro SBY Kabupaten Pelalawan ini, Proyek Pembangunan Pos Kantor  Balai Taman Nasional Tesso Nilo dengan data visual diperkirakan  senilai 150 juta ru[piah per unit yang terletak di lokasi proyek terletak di wilayah RT II, RW 02 Desa Air Hitam Kecamatan Ukui.

Dalam temuannya, bahwa proyek gagal itu akan dilanjutkan ke proses hukum. Sehingga indikasi korupsi kerugian negara dapat dipertanggung-jawabkan pihak Balai TNTN di kabupaten Pelalawan.

"Kasus proyek ini harus diproses segera, dan melaporkannya ke Pihak Kejari Pangkalan Kerinci Pelalawan, sehingga dapat mengungkap pelaku koruptornya," Ujarnya.

Dijelaskan, bahwa pihak Balai TNTN lebih mengetahui status hukum kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo belum memenuhi persyaratan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.50/Menhut-II/2009 Tentang penegasan status dan Fungsi Hutan.

Sementara ketika dikompirmasi melalui telpon Kepala balai TNTN Pelalawan, Hayani Suprahman, belum bisa memberikan klarifikasi mengenai hal ini, karna telpon gengganya mati.***/tim

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT