Korban Penembakan Brimob Sumut 6 Orang

Kamis, 02 Februari 2012 - 19:06:55 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Korban penembakan yang dilakukan BKO Brimob Polda Sumatera Utara di perbatasan Riau-Sumut, tepatnya di areal PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) bertambah menjadi enam orang.

Menurut Camat Tambusai Tengku Zahrial, korban penembakan oknum Brimob menjadi enam orang, yakni Osmar Sihombing (30), Franky Dolok Saribu (30), Nomos Sihombing (34), Johanes Sitorus (35), Ranto Sirait (27), dan terakhir Joni Sihotang (58) ditemukan warga sudah lemas terkena tembak di bagian bahunya. Ia bersembunyi di semak-semak tak jauh dari lokasi bentrok.

Saat ini, ungkap camat, pasca peristiwa bentrok yang berujung penembakan, kondisi di lapangan sepi. Di perbatasan, saat ini hanya terlihat lima personil Polisi dari Polsek Tambusai, termasuk Kapolsek Tambusai AKP Jamil Hasibuan.

“Awalnya memang lima warga yang kena tembak, tapi sore ini seorang korban lagi bernama Joni Sihotang ditemukan warga tak jauh dari TKP dan mengalami luka tembak di bahu kirinya,” ungkapnya kepada riauterkini.com.

Tengku, mewakili masyarakat Tambusai, agar Pemerintah Provinsi Riau secepatnya selesaikan lahan konflik di perbatasan Riau-Sumut, sebab hal ini menyebabkan kondisi di lapangan memanas.

“Kapan lagi ini diselesaikan? Apa menunggu korban lain berjatuhan. Jika ini cepat diselesaikan, tentu warga kan bisa mengetahui mana lahan yang bisa digarap atau tidak,” harapnya.

APDESI Kutuk Aksi Penembakan Brimob

Menanggapi aksi penembakan yang dilakukan Polisi, Ketua APDESI Tambusai-Tambusai Utara Tengku Musrial, juga Kades Batas Tambusai, mengutuk keras aksi penembakan tersebut, sebab bisa diselesaikan secara persuasif.

Menurutnya hal tersebut hal itu tak mestinya terjadi. "Kita rencanakan APDESI Tambusai-Tambusai Utara, akan gelar koordinasi mendadak dalam waktu dekat ini," katanya.

Polres Rohul Kecolongan

Jatuhnya korban tembak dari kubu warga Rohul dituding akibat Polres Rohul lambat melakukan pengamanan. Padahal potensi bentruk sudah muncul sejak dua hari lalu. Di lokasi sama sekali tidak ada aparat dari Polres Rohul.

"Mereka baru turun setelah bentrok mereda. Setelah saudara kami tertembak," kritik seorang warga yang menolak disebut namanya kepada riauterkini.

Di tempat terpisah, Kepala Polres Rohul AKBP Yudi Kurniawan yang akan dimintai keterangannya terkait kecolongan. Belum bisa memberikan keterangannya, sebab handphonenya tidak bisa dihubungi. Begitu juga dengan Kapolsek AKP Tambusai Jamil Hasibuan, belum memberikan keterangannya, ketika dihubungi handphonenya, ia tidak menjawabnya sama sekali.**rtc

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT