STN dan Suku Anak Dalam Tuntut Kembalikan Lahan

Senin, 28 September 2015 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - STN bersama Suku Anak Dalam (SAD) melakukan aksi damai di kantor Gubernur Jambi. Massa menuntut kesewenang-wenang negara dalam menetapkan kawasan hutan tanpa proses pengukuhan, tata batas dan penetapan bersama. Karena saat ini areal seluas 3550 hektar milik SAD telah hilang.

Massa yang tergabung dalam STN masyarakat Adat Suku Anak Dalam (SAD) berjumlah 200 orang yang mendatangi kantor Gubernur Jambi, Senin(28/09).

M.Soleh selaku Korlap mengatakan, dalam rangka Hari Tani Nasional, petani dan masyarakat adat Suku Anak Dalam (SAD) Jambi melakukan aksi demo ke Kantor Gubernur Jambi.

"Aksi petani ini berasal dari Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tuntutan dalam aksi ini agar pemerintah untuk pro alktif ke masyarakat petani," katanya.

Sudah 5 (lima) tahun terakhir petani dan suku anak dalam melakukan pengawalan dan sudah 2 kali melakukan aksi demo.

Beberapa tahun yang lalu aksi demo, SAD melakukan demo ke Gedung DPR RI.

"Sesuai dengan surat MK untuk mencabut pasal 1 angka 3 UU No. 41/2009 tentang kehutanan, membatalkan kesewenang-wenangan negara atas penetapan kawasan hutan melalui proses pengukuhan, tata batas dan penetapan bersama," jelasnya.

Padahal yang diperjuangkan oleh petani masalah hidup dan martabat. Bagi SAD, tanah atau hutan  merupakan warisan daripada leluhur mereka, sekaligus untuk kelangsungan hidup mereka.

"Lebih dari 1 tahun petani berharap pemerintah segera merealisasikan kesepakatan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) terutama bagi masyarakat kunangan jaya II seluas 7.489 ha belum selesai masalahnya," terangnya.

Untuk aksi demo ini, para petani menuntut, kembalikan areal seluas 3550 hektar milik SAD sesuai instruksi Gubernur Jambi, realisasi sertifikat 300KK di dusun butang sarolangun, tangkap dan cabut izin perusahaan HTI, HGU yang membakar hutan. [inro]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT