Masyarakat Pangkalan Gondai Tolak Kehadiran KUD Bina Jaya

Kamis, 19 Januari 2012 - 18:58:33 WIB
Share Tweet Instagram

Masyarakat yang berada di daerah Boncah Kueh, Boncah Danau, Boncah Kuang Tanah dan Banjar Tongah Pangkalan Botung Desa Pangkalan Gondai merasa kurang senang atas sikap Dinas Kehutanan Pelalawan yang mendatangi lokasi ladang masyarakat setempat. Alasan Dishut lokasi tempat berladang masyarakat berada di wilayah Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Menurut masyarakat, sejak tahun 1990 mereka telah mengolah lahan tersebut menjadi ladang dan kebun yang selama ini merupakan tanah ulayat masyarakat desa Pangkalan Gondai. Namun akhir-akhir ini dari Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan telah mengklaim lokasi masyarakat termasuk wilayah TNTN.

Menurut pernyataan sikap masyarakat desa Pangkalan Gondai, masuknya Dishut dalam persoalan lahan dikarenakan adanya kepentingan KUD Bina Jaya Langgam di wilayah Pangkalan Gondai.

Masyarak desa Pangkalan Gondai sebelum pada 1 April 2011 telah mengeluarkan pernyataan sikap telah menolak kehadiran KUD Bina Jaya Langgam.

Seperti disampaikan warga, lokasi yang selama ini mereka garap di wilayah desa Pangkalan Gondai akan dijadikan lahan KUD Bina Jaya Langgam. Masyarakat menolak kehadiran KUD yang izinnya telah diterbitkan Dishut Pelalawan karena pemberian izin di lokasi ladang masyarakat tanpa mempertimbangkan aspirasi dan hak hidup masyarakat setempat.

Ketua LKMD Pangkalan Gondai, M Huddin Nasution menyampaikan masyarakat Boncah Kueh, Boncah Danau, Boncah Kuang Tanah dan Banjar Tongah Pangkalan Botung Desa Pangkalan Gondai tidak mengakui adanya lahan KUD Bina Jaya Langgam.

"Lokasi KUD Bina Jaya Langgam sebenar terletak sekitar 2 km dari lahan olahan masyarakat yang berdekatan dengan lokasi PT RAPP. Kami masyarakat tidak mengakui keberadaan izin KUD di lokasi kebun masyarakat," ujar M Huddin Nasution.

Persoalan lahan ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2005, waktu itu masyarakat diwakili oleh Batin Mudo Norbit dengan KUD Bina Jaya Langgam masa kepengurusan H. Nazirman. Namun dalam hal ini keinginan masyarakat tidak terwakilkan sehingga kehadiran KUD Bina Jaya Langgam ditolak masyarakat.

Belakangan muncul masaalah, bahwa lokasi ladang masyarakat telah diklaim oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan sebagai lahan TNTN. Sehingga dengan terpaksa masyarakat harus elepaskan hak garapan lahan kembali ke negara. Namun masyarakat tetap menolak kehadiran pihak Dinas Kehutanan Pelalawan yang mendatangi lokasi pada 12 Januari 2012 lalu. Berikutnya ada 13 Januari 2012 Dishut kembali mendatangi lokai ladang masyarakat Pangkalan Gondai, etapi masyarakat tetap menolak dengan cara memblokir jalan masuk ke lokasi kebun masyarakat ang sudah turun termurun mereka garap.

"Warga Pangkalan Gondai telah menanam karet dan tanaman keras lainya sejak turun temurun dan setiap minggunya masyarakat telah memanenya," ujar M Huddin Nasution, Kamis (19/01/12).

Jadi sekali lagi kami tegaskan tidak akan menerima kehadiran KUD Bina Jaya Langgam karena dalam hal ini KUD ingin menguasi lahan masyarakat setempat.**/nas


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT