Dijadikan Pacar, Guru SD Tiduri Siswa SMP

Selasa, 17 Januari 2012 - 22:38:02 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Rayuan guru SD saat ini ternyata meluluhkan hati seorang siswi SMP kelas 1 di Larangan Selatan, Kota Tangerang. Ulah guru yang bernama Sopiyan (31) guru SDN 1 Larangan Selatan akhirnya mengantarkanya ke kantor polisi karena digerebek warga saat berbuat mesum di ruang kelas SDN 3 Larangan.

Sopiyan yang telah menyetubuhi siswi kelas I salah satu SMP di dalam ruang kelas SDN 3 Larangan Selatan, Kota Tangerang, telah berlangsung selama 3 kali dan baru kali ini nasib apes menimpa dirinya. Peristiwa ini benar-benar telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Tangerang.

Menurut keterangan warga, tindakan guru olahraga tersebut diketahui warga saat Sofiyan melakukan aksinya di ruangan kelas VI SDN Larangan Selatan, Senin malam (16/1), sekitar pukul 19.30 WIB. Warga yang curiga dengan sikap Sofiyan membawa korban malam-malam ke sekolah pun menguntitnya. "Ketika digerebek warga, guru tersebut tengah menelanjangi korban di bangku sekolah, dalam kelas," kata Darwis, saksi mata, Selasa (17/1/2012).

Perbuatan mesum yang dilakukan sang guru sudah beberapa kali berlangsung karena warga melihat guru itu memasuki kelas kosong pada malam hari bersama korban. Karena curiga warga setempat akhirnya mengintip apa yang dikerjakan kedunya. "Kepada warga, Sofiyan mengaku sudah tiga kali meniduri korban di kelas itu dengan iming-imingan akan dijadikan kekasih dan dinikahi," katanya lagi.

Melihat kelakukan seorang guru yang tak sepantasnya kepada seorang siswi, warga yang geram langsung menyeret Sofiyan dari ruang kelas. Pria kurus yang sudah 10 tahun mengajar di SDN 3 Larangan Selatan tersebut pun langsung menjadi bulan-bulan warga hingga babak belur.

Dia juga sempat memohon maaf kepada warga atas kelakuannya. "Kami langsung mengarak Sofiyan ke kantor polisi, sedangkan perempuannya kami antar ke rumah orang tuanya," jelasnya lagi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Tangerang AKP Miarsih, membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, pelaku dalam penanganan polisi dan akan diperiksa sesuai dengan aturan yang ada. "Kita sudah mengamankan pelaku dan masih dalam pemeriksaan. Pelaku kami kenakan Pasal 82 Nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.**in


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT