Data BMKG Titik Api di Sumatera Bertambah 283 Lokasi

Rabu, 09 September 2015 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau menyatakan sensor modis yang terpasang di satelit Terra dan Aqua mencatat titik panas di wilayah Sumatera bertambah  dari 39 titik menjadi 283 titik.

Seperti yang dirilis BMKG Stasiun Pekanbaru, Rabu, menyebut titik panas terkini sejak pukul 5.00 WIB di Sumatera total 283 titik atau jauh meningkat dibanding hari kemarin hanya 39 titik.

Ke-283 titik panas itu tersebar pada enam provinsi dengan kosentrasi masih di Sumatera Selatan 123 titik, kemudian Jambi 86 titik, Riau 34 titik, Bangka Belitung 30 titik, Lampung sembilan titik dan Bengkulu cuma satu titik.

Untuk 34 titik panas di Provinsi Riau tersebar pada lima kabupaten dengan terkosentrasi di Indragiri Hulu 21 titik, Indragiri Hilir 6 titik, Pelalawan 5 titik, Bengkalis dan Kuantang Singingi masing-masing satu titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengungkapkan, dari total jumlah titik panas di Riau itu dengan memiliki tingkat akurasi diatas 70 persen sebagai titik api kebakaran lahan dan hutan sebanyak 24 titik.

"Titik api paling banyak terpantau di Indragiri Hulu dengan 17 titik, lalu Pelalawan 4 titik dan Indragiri Hilir 3 titik," katanya.

Meski kabut asap pekat melanda Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mulai menipis akibat hujan gerimis sejak dini hari tadi sampai pagi hari, tapi tidak berpengaruh pada kualitas udara di daerah tersebut.

Alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) terpasang di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Kantor Wali Kota Pekanbaru masih menunjukan kualitas udara di Kota Pekanbaru masih dinyatakan "BERBAHAYA".

Sedangkan data Dinas Kesehatan (Diskes) setempat menyebut, sejak 29 Juni hingga 8 September 2015 jumlah penderita Insfeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang dirangkum dari 20 Puskesmas di daerah tersebut mencapai 2.990 orang.

"Ada 93 orang terkena asma, 30 orang pnemonia, 67 iritasi mata, 109 iritasi kulit, dan 181 diare. Jika di totalkan semua, jumlahnya sudah capai 3.470 orang terkena penyakit akibat kabut asap ini," kata Kepala Seksi Surveilans, Penyakit dan Pengendalian KB Diskes Kota Pekanbaru, Hamdan. [**ant]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT