Mahathir Hadiri Lagi Aksi Bersih di Malaysia

Ahad, 30 Agustus 2015 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali datang pada aksi Bersih di Kuala Lumpur hari ini. Dalam kunjungannya kali ini, Mahathir kembali menyerukan Perdana Menteri Najib Razak untuk mundur.

Dlansir CNN, Minggu (30/8), Mahathir tiba di Central Market, Kuala Lumpur, bersama istrinya Siti Hasmah dan langsung dikerubungi para pendukungnya.

"Saya hanya datang ke sini untuk mendesak Najib turun," kata Mahathir.

Sehari sebelumnya, Mahathir menyampaikan orasi di tengah aksi Bersih. Dalam pidatonya kemarin, Mahathir menyebut Najib dengan kata "bangsat."

Kali ini, Mahathir menyampaikan hal yang sama dengan menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak lagi peduli hukum, sehingga rakyat harus turun aksi menggulingkan Najib.

"Lihat Marcos, dia sempat memimpin Filipina dan rakyat menggulingkannya," ujar Mahathir.

Aksi Bersih telah digelar beberapa kali di Malaysia untuk mendesak reformasi. Namun aksi kali ini fokus menyerukan Perdana Menteri Najib Razak untuk turun.

Najib dituduh terlibat korupsi setelah dana sebesar US$600 juta dari lembaga investasi 1MDB mampir di rekening pribadinya.

PM Malaysia itu hingga saat ini bergeming dan mengatakan bahwa sebagian besar rakyat Malaysia mendukungnya. Mahathir dalam pernyataannya hari ini membantah pernyataan Najib yang mengatakan para aktivis Bersih 4 tidak cinta negaranya.

"Dia yang tidak cinta negaranya. Kita memberikan dia kekuasaan untuk menjadi perdana menteri, sekarang apa yang dia lakukan? Dia menggunakan uang (rakyat)," lanjut Mahathir.

Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan kehadiran Mahathir bukan berarti dia mendukung aksi Bersih 4. Pasalnya, kata dia, Mahathir hanya datang selama enam menit di aksi itu.

Mahathir dalam konferensi pers juga mengakui tidaklah mendukung Bersih, melainkan rakyat Malaysia.

"Saya mendukung rakyat, bukan Bersi. Bersih juga terdiri dari rakyat, mereka tidak suka Najib," kata dia.[cnn]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT