Masyarakat Lempari Bupati Meranti dengan Air Kemasan

Rabu, 04 Januari 2012 - 20:20:37 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Sosialisasi tim mediasi soal pemberhentian Operasional PT RAPP di Pulau Padang Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Rabu (04/01/2012) heboh karena kehadiran bupati, Irwan Naser serta rombongan sekitar pukul 16.00 WIB terpaksa meninggalkan aula pertemuan kantor Camat Merbau karena dilempari air kemasan oleh masyarakat. 

Kehadiran bupati beserta rombongan dengan agenda sosialisasi tim mediasi dan pemberhentian oprasional PT RAPP di Pulau Padang. Namun kebencian masyarakat memuncak saat bupati tengah berpidato dan masyarakat di luar aula kantor camat berteriak menyuarakan soal keberpihakan bupati pada PT RAPP. Penilain masyarakat Pulau Padang lebih diyakini setelah beberapa waktu lalu mereka mengadakan demo di halaman kantor bupati jalan Dorak Selatpanjang. Saat itu, bupati menghindari massa dan terkesan tidak membela masyarakatnya sendiri.

Saat berpidato dihadapan tokoh masyarakat, pemuda dari seluruh desa di Pulau Padang Kecamatan Merbau, tiba-tiba massa yang jumlahnya bertambah banyak dari luar ruangan meneriaki bupati dengan bermacam macam tudingan. Intinya, bupati lebih  baik ke Jakarta berjumpa Menhut dari pada mensosialisasikan hal itu, sebab masyarakat sudah mengetahui isi SK Menhut. 

Merasa geram teriakan warga tidak dihiraukan bupati, akhirnya massa berdesak serta mengepung ruang pertemuan. Jumlah massa semakin terus bertambah membuat aparat yang melakukan pengawalan di pintu masuk aula nyaris tak mampu membendung massa yang terus mendesak. 

Suasana semakin tidak terkendali, himbauan bupati melalui pengeras suara agar massa menjaga ketertiban tetap tak digubris. Demikian juga himbauan tokoh masyarakat, Camat Merbau, Duriat, Kapolsek, AKP S Pane termasuk Danramil. Himbauanya kepada massa di luar aula pertemuan agar tertib malah dibalas dengan lemparan air kemasan dalam botol kearah dinding dan kaca pembatas ruangan. 

Melihat aksi massa yang makin nekat, akhirnya acara sosialisasi di batalkan dan bupati berlari meninggalkan ruangan dengan pengawalan ketat Satpol PP yang dibantu sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Merbau. Ketika bupati bersama rombongan akan keluar ruangan sempat tertahan beberapa menit oleh banyaknya massa yang mengepung aula.

Bupati Kepulauan Meranti yang juga putra daerah kelahiran Merbau ini meninggalkan kantor camat Merbau bersama rombongan termasuk Kabag Humas,Yulizar, Kadis Kehutanan dan Perkebunan, Ir Makmun Murod. Padahal acara baru berjalan sekitar 20 menit. Jumlah warga yang terlihat umumnya kaum ibu yang berasal Pulau Padang yang jumlahnya ratusan orang. Akhirnya bupati meninggakan pelabuhan Teluk Belitung melalui dermaga.**apj

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT