Pemerintah Dampingi WNI Korban MH370 Dapatkan Ganti Rugi

Kamis, 06 Agustus 2015 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Setelah puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion dipastikan dari Malaysia Airlines MH370, keluarga korban warga negara Indonesia (WNI) segera didampingi pemerintah untuk dapat ganti rugi.

Kementerian Luar Negeri sepekan ini sudah mulai melakukan kontak dengan keluarga korban.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan data dan berkas-berkas para keluarga korban pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 itu.

"Kita sudah lakukan pengecekan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengklaim hak-hak matinya," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com pagi ini, Kamis (6/8).

Iqbal sekaligus telah koordinasi dengan perwakilan Malaysia Airlines di Jakarta. Kemlu menyampaikan rasa simpati pada keluarga korban dan memahami situasi yang ada saat ini tentunya membuat keluarga korban tak menentu.

"Artinya sekarang keluarga benar-benar dapat mulai mengurus apa yang memang menjadi hak mereka, meskipun kita tahu bahwa apapun tak dapat menggantikan rasa kehilangan mereka," sambungnya.

Iqbal juga menyampaikan, pihaknya akan terus mendampingi keluarga korban hingga kasus ini tuntas. Sejauh ini, keluarga korban MH370 baru mendapatkan advance payment, bukan ganti rugi asuransi kematian yang laik karena status pesawat belum jelas.

Tadi malam, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, memastikan flaperon yang ditemukan di wilayah protektorat Prancis dekat Madagaskar itu memang bagian dari MH370. Pemerintah Negeri Jiran mengaku telah mendapat keterangan lengkap tim penguji puing di Kota Toulouse, Prancis.

"Tim ahli internasional telah membuat kesimpulan yang meyakinkan bahwa serpihan pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion berasal dari MH370," ujarnya.

Adapun pernyataan Najib berbeda dari temuan Jaksa Penuntut Prancis Serge Mackowiak.

Tim ahli di Toulouse, kata Mackowiak, belum mencapai tahap kesimpulan. Ada indikasi kuat flaperon itu adalah bagian dari Boeing 777 yang dioperasikan Malaysia Airlines.

"Dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan keterkaitan antara obyek di Pulau Reunion dengan MH370," kata Mackowiak. [**ant]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT