Aneh, Asrama Atlet Belum Dipakai Sudah Direhab

Rabu, 05 Agustus 2015 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Bangunan asrama atlet yang dibanguan tahun 2009 lalu, pada masa bupati Syamsurizal belum sekalipun dipakai, Rabu (5/8/15). Namun sekarang harus direhab, karena kondisi bangunan yang terdiri dari dua lantai dan menelan biaya sekitar Rp 11 milyar berantakan dan hancur disana sini. Bangunan yang dari luar terlihat megah itu, ternyata pondasi mengalami kemiringan dan retak.

Kaca-kaca di lantai bawah dan atas pecah dan berserakan disepanjang ruangan dan koridor. Platfon bangunan juga sudah bolong-bolong dan ada yang runtuh.

Sementara halaman depan, belakang dan samping kiri kanan ditumbuhi belukar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Sekretaris Muhammad Tarmizi ketika dikonfirmasi mengakui kalau kondisi fisik bangunan tersebut sudah banyak yang retak. Ia menyebutkan pada tahun 2015 ini hanya dianggarkan untuk perbaikan gedung saja, berupa penggantian kaca-kaca yang pecah, platfon, dan membersihkan semak belukar yang menyelimuti gedung.

“Tahun 2015 ini kita anggarkan untuk perbaikan sarana pendukung bangunan asrama atlet tersebut. Sedangkan untuk konstruksinya tidak dianggarkan, sehingga rekanan pemenang lelang hanya mengerjakan renovasi sarana dalam dan luar gedung, tidak mencakup pekerjaan konstruksi,” jelas Tarmizi tak menyebutkan besaran anggaran rehabnya.

Disinggung langkah selanjutnya, Tarmizi menyebut bisa saja kegiatan perbaikan bangunan asrama atlit itu dilakukan concract change order (CCO), sehingga seluruh pekerjaan renovasi atau perbaikan dapat dilaksanakan.

Diakuinya, soal konstruksi memang belum dianggarkan, walau sejumlah balok didalam ataupun diluar gedung sudah retak-retak dan membahayakan.

“Kita upayakan kegiatan tersebut di-CCO nanti, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebaiknya untuk soal konstruksi maupun hal tekhnis koordinasi dengan kepla bidang cipta karya karena kegiatan itu berada di bidang cipta karya,” sambung Tarmizi.

Sementara rekanan pelaksana kegiatan renovasi, Supriyadi ketika dikonfirmasi menyebut kalau pekerjaan yang akan dilaksanakannya hanya meliputi perbaikan sejumlah sarana yang rusak, diluar konstruksi.

Hal itu sesuai dengan RAB yang ada dan besaran anggaran untuk kegiatan renovasi.

“Kondisinya (asrama atlet) sangat memprihatinkan, mayoritas pekerjaan konstruksi bangunan mengalami kerusakan. Pondasinya sudah miring, balok penyangga bangunan udah retak-retak, kemudian musholla dan toilet juga tidak terawatt sama sekali. Sesuai RAB dan nilai pekerjaan, kita hanya melakukan renovasi untuk mengganti kaca-kaca yang pecah, platfon dan pembersihan didalam dan diluar gedung, konstruksi bukan tanggungjawab kita,” ungkap Supriyadi menjelaskan. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT