Ketua Tim Koalisi PAS Datangi Panwaslu

Senin, 26 Desember 2011 - 20:37:26 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Ketua Tim Koalisi Pemenangan pasangan calon Walikota Pekanbaru, Firdaus-Ayat Cahyadi (PAS), Chaidir memenuhi undangan pihak Penitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terkait adanya laporan simpatisan PAS ke pihak kepolisian.

Dalam laporan simpatisan PAS itu disebutkan, ada oknum TNI AD yang "menodong"-kan senjata api (senpi) ke arah mereka karena mencoba menanggalkan atau mencopot stiker yang bergambarkan foto Firdaus-Ayat dan bertuliskan "Coblos Nomor 1". Menurut Chaidir, dari pihaknya tidak pernah merasa mencetak striker atau baleho karena menjelang PSU, 21 Desember lalu merupakan masa tenang.

"Ya, tadi kami barusan memberikan klarifikasi kepada pihak Panwaslu. Klarifikasi itu menyangkut adanya laporan simpatisan ke polisi yang mengaku ada orang tak dikenal mengeluarkan pistol dan melarang simpatisan untuk mencabut striker Pak Fir dan Pak Ayat, orang ini sebelumnya telah memoto stiker tersebut," kata Chaidir kepada wartawan usai memberikan klarifikasi di kantor Panwaslu Kota, tadi siang (26/12/11).

Menurut Chaidir, simpatisan PAS itu mencopot stiker tersebut karena itu tahu melanggar aturan karena tidak boleh memasang atribut kampanye di masa-masa tenang menjelang PSU. "Apalagi kami sendiri tidak pernah merasa mencetak striker maupun baleho seperti ini. Kami menduga ini segaja dilakukan pihak lawan agar terkesan ini memang PAS yang pasang, dan nantinya bisa diajukan sebagai pelanggaran Pemilukada," tukasnya.

Mantan Ketua DPRD Riau ini menceritakan kronologis kejadian itu. Peristiwa tersebut bermula ketika beberapa simpatisan PAS bersama anggota LSM KOMPAS melihat seseorang memotret stiker PAS di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Selasa (20/12/11) pukul 02.00 WIB.

Setelah didatangi simpatisan PAS menanyakan, ada apa dipotret dan lagi pula siapa yang telah memasang stiker itu. Padahal sehari menjelang PSU tidak dibolehkan memasang stiker ataupun baleho.

Warga simpatisan kepada orang yang diduga oknum TNI berinisial NU. NU pelaku yang memotret stiker yang mengendaraai mobil Avanza warna hitam itu kemudian kabur dari TKP, karena warga terus berdatangan. Namun 30 menit kemudian pelaku kemudian datang lagi ke TKP dan menodongkan senjata api (senpi) ke arah warga yang masih berada di sekitar stiker tersebut. **son


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT