Meranti Media Center Diminta Adil

Jumat, 16 Desember 2011 - 19:04:21 WIB
Share Tweet Instagram

Keberadaan Meranti Media Center (MMC) Kepulauan Meranti keberadaanya secara umum telah membantu bidang informasi kehumasan, namun disisi lain ada hal yang dinilai pengelolaanya masih pilih kasih dan belum adanya pemerataan terutama dalam hal kegiatan kehumasan di Pemkab Meranti.

Seperti kejadian Study Tour Pengelolaan Listrik Tenaga Gas Berbasis BUMD PT Petro Kimia Gresik Jawa Timur, pemberangkatan para wartawan banyak menuai kritikan dari wartawan harian, maupun mingguan serta media online dan elektronik.

keberadaan Meranti Media Center (MMC) Kabupaten kepulauan Meranti yang muncul di tengah tengah kalangan insane pers sepertinya hanya di ketahui beberapa kalangan wartawan itu, Yang mana keberadaan lembaga itu yang katanya akan dijadikan sebagai pusat informasi, publikasi dalam upaya memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat di daerah ini,Sangat disayangkan jika pembentukan organisasi itu yang jelas tidak pernah melibatkan di informasikan kepada sebagian besar kalangan wartawan  dan insan perss didaerah ini baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota.Sangat layak jika  pembentukannya hanya untuk kepentingan sepihak bukan seperti yang mereka sebutkan untuk kepentingan umum.

Seperti disampaikan Jailani wartawan warta Sumatera dan Asyari Mahmud wartawan harian Dumai Pos yang meliput di Kabupaten Kepulauan Meranti menilai MMC telah menyimpang dari tujuan awal berdirinya wadah informasi public.

“Sesuai apa yang tertuang dalam Brief Proposal Pendirian Meranti Media Center menyebutkan bahwa wartawan sebagai pengemban amanat public memiliki peran yang sangat urgen dalam mengemas berbagai informasi ditengah-tengah public, yang tetap mengedepankan informasi akurat, balance, bebas, akomodatif dan bertanggung jawab.Sadar akan besarnya peran dan tugas yang harus diemban, untuk menjaga tradisi sebagai “agen of change”. Kami wartawan yang bergiat melakukan peliputan di Kabupaten Kepulauan Meranti meleburkan diri membentuk satu wadah dengan nama Meranti Media Center, sebagai pusat kegiatan peliputan Jurnalistik, dan berbagai kegiatan pencerdasan masyarakat dalam upaya peningkatan sumber daya manusia,” ujar Jailani.

Asyari Mahmud menambahkan, apapun bentuk organisasi yang akan didirikan dan melibatkan insan Pers di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti ini, akan lebih baik lagi sebagaimana sebelum organisasi itu dibentuk atau didirikan. Para penggagas dan pendiri dalam merencanakan penyusunan kepengurusannya dan keanggotanya terlebih dulu di lakukan sosialisasi kepada sebagian besar wartawan yang ada di meranti.Namun dengan wadah  rekan-rekan wartawan, bukan didirikan hanya untuk orang tertentu saja.

"Kami sayangkan, terkait kegiatan dalam mengajukan proposal ke pihak Pemerintah maupun kepada pihak swasta dan pihak lainnya, anggapan orang orgnisasi MMC tersebut sudah mengakomodir semua wartawan padahal tidak. Sebab informasi yang kami peroleh berdasarkan proposoal mereka terdiri hanya kurang dari 10 orang wartawan harian dan juga hanya satu satu media mingguan yang terlibat. Seharusnya dengan berdirinya MMC ini benar-benar mengakomodir semua rekan-rekan media, jika sudah ditawarkan kepada masing-masing wartawan lalu wartawan itu tidak mau bergabung itu hal lain, ini tidak hanya orang tertentu saja yang dilibatkan," kesalnya.

Salah satu contoh,  Study Tour Pengelolaan Listrik Tenaga Gas Berbasis BUMD PT Petro Kimia Gresik Jawa Timur, dalam penentuan siapa wartawan yang berangkat ditentukan MMC, padahal selaku koordinator keberangkatan yakni Humas setda Kab Kepulauan meranti hendaknya juga terbuka kepada semua wartawan yang bertugas di Meranti tidak berpegang kepada Proposal MMC tersebut. Padahal bila dilihat tidak demikian hanya orang-orang tertentu saja, terkesan ada mendiskriminasikan sesama insan pers di Meranti, Seharusnya mereka berfikir jernih atas kegagalan demi kegagalan dalam pembentukan kepengurusan organisasi wartawan di Meranti ini yang hasilnya tidak maksimal.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan M.Si, ketika disampaikan persoalan tersebut, berharap agar keberadaan MMC dapat mengakomodir seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga fungsi lembaga yang ada benar-benar untuk kepentingan public sebagaiman yang di harapkan semua komponen di wilayah ini.**apj


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT