Tidak Lunasi Uang Baju, Siswa Tidak Boleh Ambil Raport

Sabtu, 20 Juni 2015 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com -Lantaran belum melunasi uang seragam sekolah sebesar Rp 4.850.000, puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I, Jalan Kinibalu,Pekanbaru tidak bisa daftar ulang karena tidak bisa menerima lapor.

Pantauan Metroterkini.com Sabtu, (20/06/15) di sekolah SMKN I Pekanbaru itu terlihat puluhan pelajar dan orang tua murid kecewa karena tidak bisa mengambil raport anak mereka. Hal itu disebabkan karena belum mereka belum melunasi uang seragam sekolah.

Salah seorang tua wali murid yang berinisial TD, mengaku kecewa terhadap kebijakan pihak sekolah tersebut. Pasalnya, sekolah tersebut tidak ada memiliki toleransi sedikit pun terkait belum lunasnya biaya seragam sekolah.

“Saya kecewa sekali dengan sekolah ini,harusnya ada toleransi sedikit, isa saya ini cuma buruh,” ujarnya dengan wajah kecewa.

Dijelaskannya, sebelumnya TD sudah mencicil  biaya seragam sekolah tersebut. Namun lantaran penghasilannya tidak memadai, sehingga biaya seragam tersebut belum dapat dilunasinya. TD menegaskan, pihak sekolah tidak perlu cemas dengan biaya seragam yang belum dibayar tersebut.

“Sudah mengangsur tapi sekarang saya belum bisa melunasi," katanya.

“Anak saya kan masih 2 tahun lagi bersekolah disini, saya tidak boleh mengambil raport anak saya dan tidak boleh mendaftar ulang, kalau saya belum melunasi uang baju. Coba pikir dimana letak toleransi sekolah ini," ujar TD kepada metroterkini.com.

Selain soal biaya seragam yang belum dilunasi, TD juga mengaku kecewa dengan pihak sekolah yang mewajibkan pungutan uang komite sebesar Rp150 ribu untuk setiap bulannya.

"Uang komite yang harus dibayar 150 ribu sebulan, kebijakan diambil sepihak kami terpaksa diam karena yang hadir saat rapat bersama komite kebanyakan orang mampu dan mereka bersorak menyetujui sementara saya dan beberapa orang yang tidak mampu terpaksa diam karena kalah suara dengan mereka," terang TD lagi.

Sementara Kadisdik Kota Pekanbaru, Prof Dr Zulfadil, SE, MBA melalui Kasi SMK/SMA Dinas Pendidikan (DISDIK) Kota Pekanbaru, Mujailis, menerangkan bahwa kebijakan itu dari sekolah.

"Sekolah sudah memberikan toleransi untuk melunasi uang baju selama setahun, seharusnya para orang tua murid lebih mengerti karena uang baju bukan termasuk uang operasional sekolah dan tidak ditanggung pemerintah," terang pria yang kerap disapa Mujai tersebut.

Hingga siang ini, Puluhan orang tua murid masih berada di sekolah meminta toleransi guru, beberapa saat kemudian salah seorang wali murid kelas X akhirnya memberikan toleransi kepada orang tua murid dengan membuat perjanjian untuk melunasi uang baju dalam waktu yang sudah ditetapkan, yakni saat masuk sekolah tanggal 6 Juli 2015 dan saat pelunasan itu juga orang tua murid baru bisa mengambil raport dan mendaftar ulang, dengan sangat terpaksa akhirnya para orang tua murid menyetujui dan menanda tangani perjanjian tersebut. [ina]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT