Keterangan Agus Sebut Margriet Pembunuh Angeline Didalami Polisi

Jumat, 19 Juni 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny Sompie menyatakan bahwa keterangan terbaru Agus, tersangka pembunuhan Angeline atau Engeline, yang mengungkapkan bahwa ada keterlibatan orang lain dalam kasus itu menjadi alat bukti yang semakin memperkuat penyelidikan.

"Itu (keterangan terbaru Agus) menjadi hal menggembirakan dan bisa digunakan sebagai alat bukti untuk menyakinkan hakim di pengadilan," katanya ditemui di Mapolda Bali di Denpasar, Jumat.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri itu menyebutkan bahwa keterangan tersebut merupakan kabar yang menggembirakan bagi kelanjutan penyelidikan terkait tewasnya bocah malang itu.

Meski demikian, polisi akan mempertajam keterangan baru itu dengan mendalami bukti dan jejak-jejak di tempat kejadian perkara untuk bisa mendukung pengakuan mantan pekerja rumah tangga di kediaman Margriet itu.

"Alat bukti bisa diperoleh manakala kami mendalami jejak-jejak yang bisa menunjukkan apa yang dijelaskan tersangka (Agus) itu sebagai saksi tentang keterlibatan orang lain selain Agus, bisa kami buktikan," ucap jenderal bintang dua itu.

Agus, lanjut Ronny, menjadi saksi mahkota atau saksi utama dalam kasus pembunuhan itu menyangkut adanya keterlibatan orang lain yang turut menghabisi nyawa Engeline.

"Itu merupakan hal yang menjadi kemajuan dalam proses penyidikan ini," imbuhnya.

Sebelumnya pada Kamis (18/6) malam melalui pengacara tersangka Agus yakni Haposan Sihombing menyatakan bahwa pria asal Sumba Timur, NTT, itu tidak bekerja sendiri melainkan Margriet yang membunuh anak angkatnya tersebut.

Menurut Haposan, Agus dipanggil masuk ke kamar Margriet di lantai bawah sekira pukul 10.00 Wita, Sabtu 16 Mei 2015. Saat Agus masuk ke dalam kamar, dia melihat Angeline sudah tergeletak lemah tak berdaya dengan posisi badan miring. Rupanya bocah itu tengah sekarat.

"Hanya tangannya yang bergerak sedikit, lalu tak bergerak sama sekali," kata Haposan menirukan ucapan Agus.

Pada saat itu, Margriet memerintahkan Agus untuk memerkosa Engeline. Namun, permintaan itu ditolak Agus.

"Agus tak memerkosa Engeline seperti selama ini diucapkan. Hal itu dia ucapkan karena dia ditekan, diancam," kata Haposan.

Karena permintaan itu ditolak, Margriet kemudian meminta Agus untuk melepas baju yang dikenakannya, lalu ditaruh di atas tubuh Engeline yang tidak bernyawa. Termasuk juga soal minta rokok dan disulutkan ke tubuh Angeline untuk pembuktian masih hidup atau tidak.

Margriet kemudian menyuruh Agus untuk mengambil sprei dan membungkusnya. Sore harinya, Agus diminta untuk melarikan diri.

Apakah pengakuan ini berhubungan dengan bercak darah yang ditemukan di kamar Margriet? Ditanya seperti itu, Haposan mengatakan jika hal itu terserah kepada penyidik. "Penyidiklah yang memiliki kewenangan untuk menentukan itu semua," ujarnya.

Pengakuan baru ini meyakini Haposan kalau bukanlah Agus pelaku utamanya. Ia juga meminta polisi bisa secepatnya mengungkap kebenaran. Menurutnya, keterbukaan Agus setelah ia minta pengampunan dosa dan doa dari seorang Pendeta Katolik yang datang langsung ke Polresta Denpasar.

"Selama ini ia berada dalam tekanan. Setelah mendapat kekuatan doa dari pendeta untuk harus bicara jujur jika ingin tak dihantui dan begitulah pengungkapan Agus," kata Haposan.

Soal bila nanti ada pengakuan berubah dari Agus. Haposan mengaku tidak lagi bisa menjamin untuk melindunginya dari jeratan hukum yang sudah dijatuhkan padanya. Sementara terkait dengan pengakuannya soal uang Rp 2 miliar, Agus mengaku jika itu dilakukan hanya karena kesal terhadap Margriet.

Namun Agus dalam keterangannya tak menampik jika Agus diiming-imingi Margriet untuk tak membongkar kasus tersebut. "Angka pastinya adalah Rp 200 juta. Jumlah ini akan dibayar tanggal 24 Mei. Setelah menunggu sampai tanggal 24 Mei tidak dibayar, Agus akhirnya keluar dari rumah Engeline tanggal 25 Mei karena janji Margriet tidak dibayar," bebernya. [merdeka]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT