Praktisi Hukum : Penetapan Tersangka Dahlan Iskan Terlalu Dini

Rabu, 10 Juni 2015 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Praktisi Hukum Muh Zakir Rasyidin menilai penetapan status tersangka Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi gardu induk terlalu dini dan terkesan dipaksakan.

"Karena pengertian tindak pidana korupsi harus secara utuh kualifikasi deliknya terpenuhi. Dimana ada kerugian negara, memperkaya diri sendiri atau orang lain dan secara melawan hukum," ujar Zakir saat dihubungi Rabu (10/6).

Menurutnya, dalam fakta kasus yang di alamatkan ke Dahlan Iskan memang ada proses transaksi namun tidak secara gelap, melainkan karena ada barangnya.

"Kalau prosesnya yang dianggap salah, nah itu soal administrasi negara, masuknya ke kebijakan," lanjutnya.

Ketua Umum Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini menambahkan, soal kebijakan tidak bisa dipidana karena berkaitan dengan tugas dan wewenang yang memiliki kebijakan tersebut.

"Hal itu patut dievaluasi mengingat tafsir tindak pidana korupsi sangat mudah menjerat orang," tambah Zakir.

Selain terlalu dini, penetapan tersangka yang terlalu tiba-tiba itu juga dinilai sangat janggal. 

"Dalam kasus Dahlan Iskan saya melihat bahwa pemegang kendali atau pemilik kewenangan telah melakukan hal-hal di luar ketentuan. Tujuannya baik padahal masih dalam koridor kebijakan," bebernya.

Zakir berharap Dahlan Iskan seyogyanya menempuh upaya pra peradilan.  "Agar status tersangkanya bisa diuji kebenarannya di muka sidang pengadilan," pungkas Zakir. [syahnoer]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT