Rekanan Keluhkan Sistem Online ULP Bengkalis

Senin, 08 Juni 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Rekanan yang akan mengikuti proses pelelangan proyek di lingkup Pemkab Bengkalis mengaku kecewa tidak maksimalnya sistem online atau sitem pengadaan secara elektronik oleh Unit Pelayanan Pelelangan (ULP), Senin (8/6/15).

Rekana menduga server yang dipergunakan untuk lelang online melalui sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) diduga sengaja “dimainkan” untuk menolak penawaran yang dimasukan rekanan. Indikasi ini disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Bengkalis Suhaimi SH.

Ia mempertanyakan tidak maksimalnya SPSE dalam memproses pelalangan. Untuk itu, Suhaimi meminta kepada pelaksana pelelangan untuk memperbaiki sistem elektronik tersebut, sehingga tidak merugikan kontraktor yang akan memasukkan penawaran.

"Ada yang aneh dalam lelang SPSE tahun ini, mayoritas penawaran yang dimasukkan melalui sistem online itu menolak atau tidak bisa masuk. Oleh karena itu SPSE itu harus diperbaiki sehingga pelaksanaan lelang bisa menjadi terbuka, dan tidak ada rekanan yang dirugikan," papar Suhaimi, Senin siang.

Disinggung apakah itu “permainan” panitia lelang untuk menjegal rekanan lain memasukan penawaran, Suhaimi tidak mau berandai-andai. Tetapi kalangan rekanan mayoritas mengeluh karena tidak bisa memasukan penawaran secara online, karena sistem-nya tidak maksimal dan sering macet.

"Saya berharap pelaku usaha konstruksi maupun non konstruksi yang akan mengikuti proses pelelangan dapat dipermudah dengan sistem online tersebut. Bukan malahan menjadi sulit karena macetnya jaringan. Apalagi dalam era sekarang, pelaksanaan pelelangan harus transparan, tidaka da yang ditutupi," jabar Suhaimi.

Ketika hal tersebut coba dikonfirmasi kepada pihak ULP Bengkalis, tidak ada satupun penyelenggara ULP yang bisa dihubungi atau ditemui.

Ada kesan, mulai dari ketua ULP sampai personil ULP ditingkat kelompok kerja (Pokja) menutup diri dari dunia luar, termasuk nomor handphone orang-orang di ULP tidak pernah bisa dihubungi.

Dari pantauan media, lelang proyek tahun 2015 ini diduga sarat dengan kepentingan, berkaitan dengan tahun politik, karena pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Bengkalis dilaksanakan tahun 2015 ini.

Sama seperti tahun sebelumnya, proses lelang proyek di Bengkalis diduga sudah diatur pemenangnya jauh-jauh hari, termasuk pemberlakuan sistem setoran untuk mendapatkan proyek.  [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT