Waspada, Jelang puasa BPOM Temukan Makanan Tak Layak Konsumsi Beredar

Rabu, 03 Juni 2015 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Menjelang bulan puasa, masyarakat Indonesia mengalami masalah musiman, yaitu kenaikan harga yang tinggi terhadap bahan sembako. Sayangnya, harga tersebut tidak sebanding dengan kualitas barang yang diperjualkan kepada masyarakat.

Deputi I Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tengku Bahdar Johan Hamid mengatakan banyak beredar makanan tak layak konsumsi menjelang bulan puasa. Seperti makanan kedaluwarsa, makanan tanpa izin edar, makanan rusak, dan makanan tidak berlabel.

"Yang paling bermasalah adalah konsumsi harian di masyarakat. Menjelang bulan puasa banyak beredar makanan kedaluwarsa, tanpa izin, tidak berlabel, dan makanan rusak. Bahkan makanan berbahaya yang mengandung formalin dan boraks juga masih banyak beredar," kata Bahdar dalam rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI,  seperti dilansir darimerdeka.com Rabu (3/6/15) .

Bahdar menyebutkan, produk kedaluwarsa banyak ditemukan di Jayapura, Ambon dengan jenis makanan ringan, minuman ringan, dan susu bubuk. Produk tanpa izin edar banyak ditemukan di daerah perbatasan dan pintu masuk barang, seperti Batam dengan jenis makanan ringan, minuman ringan, dan susu bubuk.

Sementara itu untuk produk rusak banyak ditemukan di daerah Mataram, Makassar, dan Ambon dengan jenis produk makanan kaleng, dan susu kental manis. Sedangkan untuk produk tidak berlabel banyak ditemukan di daerah Pekanbaru dengan jenis produk madu dan coklat.

"Permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah bahan berbahaya mudah didapat dan murah, kurangnya kesadaran masyarakat, dan sanksi masih lemah seperti sarana pangan dalam SIUP-32 yang tidak ada sanksi," papar Bahdar.

Oleh karena itu, BPOM bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri (Kemendag) untuk melakukan pengawasan terhadap makanan tak layak konsumsi. Selain jenis makanan yang telah disebutkan, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap makanan yang mengandung bahan berbahaya. 

"Kami menyebar seluruh anggota BPOM di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawasan pangan tersebut, sejak tanggal 22 Mei. Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan," imbuh Bahdar. 

Pengawasan yang dilakukan adalah pemeriksaan sarana produksi, pemeriksaan sarana distribusi, sampling dan pengajian, evaluasi label dan iklan pangan, dan kasus. Selain itu sinergisme antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat juga dibutuhkan dalam pengawasan ini.[mdk]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT