Rohul Targetkan Tahun 2016 Jadi Lumbung Energi di Sumatera

Kamis, 28 Mei 2015 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditargetkan menjadi lumbung energi di Provinsi Riau, bahkan di pulau Sumatera pada 2016 akan datang. Apalagi, beberapa investor sudah melakukan pendekatan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul.

Beberapa investor luar negeri dan dalam negeri juga beberapa kali datang ke daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk tersebut, melakukan survey dan study kelayakan. Bahkan, PT Pasadena telah menyatakan kesiapannya untuk menanamkan saham hingga Rp 300 miliar untuk membangun bidang kelistrikan, yakni mengembangkan energi listrik baru terbarukan, dan ramah lingkungan.

Didukung banyaknya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perusahaan, kalangan investor mulai tertarik untuk pemanfaatan limbah cair (POME) dari sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLT-BG). Termasuk, pemanfaatan cangkang dan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku bagi Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLT-BM).

Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si merasa yakin jika kalangan investor serius dalam merealisasikan pembangun PLT-BG berdaya 1 X 10 mega watt (MW), dan PLT-BM berdaya 1 X 10 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berdaya 2 X 40 MW di Lompatan Harimau, Kecamatan Rokan IV Koto.

Dia menargetkan, pembangunan bidang kelistrikan tersebut dimulai tahun ini, dan sudah tuntas pada 2016 akan datang. Jika hal terealisasi, maka krisis listrik di Kabupaten Rohul ditargetkan juga akan teratasi.

"Maka dari itu, Rokan Hulu bisa menjadi lumbung energi listrik tahun 2016 mendatang," kata Bupati Achmad saat meninjau Gardu Induk (GI) di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Selasa (26/5/2015).

Bupati Rohul dua periode ini mengakui bahwa Pemkab Rohul sangat mendukung dalam pemanfaatan energi listrik baru terbarukan, yakni memanfaatkan bahan baku limbah cair atau POME dari PKS perusahaan. Jika selama ini limbah dianggap berbahaya, kini bisa menjadi cahaya.

Achmad menjelaskan bahwa program energi listrik baru terbarukan sebagai konsep dan langkah strategis dilakukan Pemkab Rohul dalam upaya menekan krisis listrik yang masih terjadi di daerahnya.

"Potensi di daerah kita diminati investor sekarang. Pemerintah Daerah sendiri telah bekerjasama dengan PKS, dan Kementerian ESDM RI dan PLN dalam merealisasikan program listrik desa," jelas dia.

Achmad mengungkapkan beberapa investor mulai menunjukkan keseriusan dalam mengembangan energi listrik baru terbarukan di daerahnya, seperti PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) bekerjasama dengan salah satu organisasi dibawah PBB. PT PEI akan membangun PLT-BG berkapasitas 1 X 10 MW di sejumlah PKS, dan bersedia berinvestasi dana sekitar Rp 300 miliar.

Adalagi PT Riau Green Energi yang akan membangun PLT-BM berkapasitas 1 X 10 MW di Kecamatan Kepenuhan. Begitu juga, investor dari Jakarta, PT Anugerah Hijau Powerindo, telah menyatakan kesiapannya membangun PLTA berkapasitas 2 X 40 MW dari potensi listrik 120 MW di air terjun Lompatan Harimau, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.

Diakui Achmad, ke tiga investor tersebut telah melakukan survey lapangan dan study kelayakan. Bahkan, mereka menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di bidang kelistrikan di Kabupaten Rohul.

"Jika hal ini terealisasi, pada tahun 2016 mendatang, Kabupaten Rokan Hulu akan terbebas dari persoalan kelistrikan," optimis Bupati.

Dia menambahkan, saat ini juga telah dibangun Gardu Induk di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir. Gardu Induk ini dibangun akan interkoneksi dengan listrik di Sumatera.

Pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sendiri akan menuntaskan pembangunan 406 tower atau jaringan saluran udara tegangan tinggi (Sutet) sampai ke PLTA Koto Panjang Rantau Berangin, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar.

Pemkab Rohul, diakui Achmad, siap membantu PT PLN dalam masalah ganti rugi lahan dalam pembangunan jaringan Sutet. Termasuk mensosialisasikan untuk pembebasan lahan kepada masyarakat.

Menurut dirinya, efek dibangunnya energi listrik akan sangat luar biasa, karena akan berdampak masyarakat cerdas dan mengangkat ekonomi masyarakat. Pasalnya, bakal tumbuh home industri, usaha-usaha ekonomi kreatif, dan tentu angka kriminal juga berkurang.

Achmad mengajak masyarakat lebih melihat jauh ke depan dibangunnya Gardu Induk. Pasalnya, Rohul yang dulunya gelap gulita, kini lambat laun mulai terang benderang.

Saat meninjau Gardu Induk di Desa Rambah, Bupati Rohul didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Rohul Drs. Yusmar MSi, Manager PLN Rayon Pasirpengaraian Juloko Saragih, Kabag Humas Setda Rohul Suharman Nasution SPi, dan Kabid Energi Rohul Arkom. [Adv-Humas]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT