Potensi Padi Pelalawan Jadi Andalan Ketahanan Pangan Riau

Kamis, 28 Mei 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Advertorial - Salah satu dari 7 program bupati Pelalawan, HM. Harris, adalah ketahanan pangan dan perkebunan, bakal terwujud hal ini bermasut menuju Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani Pelalawan.

Walau begitu Harris selalu berbenah diri memajukan Pelalawan dari segala bidang apalagi hal ketahanan pangan untuk lebih baik dari waktu ke waktu.

Pemkab Pelalawan bersama masyarakatnya terus melakukan pembenahan dan menerapkan program-program pembangunan yang akan mampu mendongkrak peningkatan terutama pertanian upaya ini untuk menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani lokal.

Salah satu hasil pertanian yang menjadi unggulan Kabupaten Pelalawan adalah padi. Komoditi makanan pokok ini menjadi perhatian khusus dari Pemkab Pelalawan untuk terus dimajukan dan dikembangkan, sesuai dengan keinginan Bupati untuk menjadi Pelalawan sebagai Kabupaten yang Mandiri Pangan dengan mensejahterakan Petaninya.

"Kita mempokuskan padi terutama didaertah gambut seperti Kuala Kampar dan sekitarnya, disana padi kita tumbuh dengan cepat, apalagi panen padi bisa 3 kali setahun," Jelas Harris, (28/5/15).

Dijelaskan Harris, komoditas padi memiliki beberapa keunggulan dalam pengembangannya yang tercermin dari nilai ekonomis tinggi dengan potensi pasar/permintaan yang cukup besar dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan petani.

""Padi merupakan Sumber Daya Alam (SDA) dalam hal lahan juga masih sangat luas sebagian besar sudah kita manfaatkan, dalam waktu dekat pengembangan sawah akan kita upayakan tersu bertambah," Jelas Bupati Kelahiran Langgam ini.

Untuk memaksimalkan pertanian ini Bupati melalui tanga Dinas Pertanian akan terus menguipayakan pelebaran lahan ini, termasuk lahan tidur dalam upaya ketahanan pangan Kabupaten Pelalawan.

"Secara geografis Kabupaten Pelalawan berpotensi membuat sawah lebih luas ini akan menempatkan Riau sebagai pintu gerbang lalu lintas berbagai komoditi termasuk diantaranya pangan. Oleh karena itu, modernisasi pembangunan pertanian di setiap daerah akan secara langsung dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memecahkan sebagian besar persoalan ekonomi seperti ketimpangan kota dan daerah," Ujarnya.

Diungkapkan Bupati dari partai Golkar ini, Pelalawan masih memiliki banyak lahan pertanian yang belum tergarap maksimal, lahan pertanian di Pelalawan ada sekitar 85 hektar dan baru tergarap sekitar 75 hektar. Lahan yang belum tergarap inilah yang akan dimanfaatkan Pemkab Pelalawan untuk mewujudkan keinginan menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Oleh sebab itu ke depan akan dilakukan pengembangan lahan yang belum produktif di beberapa daerah lain di Pelalawan yang dinilai memiliki lahan potensial untuk dimaksimalkan.

Sebagai bukti program ini berhasil disebut Harris, Dinas Pertanian Tanaman Pangan pada tahun pada 2013, Pelalawan telah menerima penghargaan nomor 2 (dua) sebagai kabupaten terbaik se-Propinsi Riau dalam hal pelaksanaan program Operasi Pangan Riau makmur (OPRM) dari Gubernur Propinsi Riau, Rusli Zainal, kala itu.

"Penghargaan telah mampu meningkatkan Produksi Beras diatas 5 Persen dari Presiden Republik Indonesia, DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Juni 2012 lalu, Jelas Harris.

Untuk itu, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan akan melakukan pendataan potensi lahan ini sehingga dapat memetakan untuk mengupayakan terwujudnya keinganan menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.

Namun, setiap keinginan pasti selalu mendapat kendala, hal itupun terlihat dengana upaya Pemkab Pelalawan mewujudkan Pelalawan mandiri pangan dan petani sejahtera, salah satunya adalah dukungan fasilitas serta jumlah Petugas Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Pelalawan saat ini masih sangat minim.

Kondisi ini mengancam keberlangsungan pertanian dan holtikultura di daerah ini.  Padahal keberadaan PPL ini sangat penting bagi perkembangan pertanian.Matinya lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Pelalawan disinyalir karena ketiadaan PPL ini.

"Setelah tenaga PPL ditempatkan, lahan mati bisa difungsikan kembali menjadi lahan pertanian produktif," Ujar Haris terus bercerita panjang.

Diceritakan Bupati yang banyak disukai, Kabupaten Pelalawan belum bisa memenuhi kebutuhan tenaga PPL sesuai yang diinginkan. Selain masih kekurangan tenaga PPL, PPL yang sudah adapun  masih belum mendapatkan fasilitas memadai.

"Pada awalnya, Kabupaten Pelalawan memiliki 79 tenaga PPL yang tersebar di 12 kecamatan. Kemudian 18 tenaga PPL dijadikan sebagai Kepala Balai Pertanian serta dua PPL ditempatkan di kabupaten, kini mereka terus ditambah guna menambah pangan kian meningkat," Tukasnya.

Namun, terlepas dari semua itu, saat ini Pelalawan juga merupakan kabupaten yang berpotensi sebagai lahan pertanian padi, jagung dan kedelai di Riau apalagi kalau digarap lebih serius dan instensif.

"Untuk tanaman padi ditetapkan di Kecamatan Kuala Kampar, Jagung di Teluk Meranti dan Kedelai juga berpotensi di Kuala Kampar," Jelasnya.

Salah seorang ninik mamak di Kula Kampar mengatakan, Dibawah kepemimpinan Bupati Pelalawan H.M. Harris, kedepannya, dimulai tahun 2015, Pemkab Pelalawan mulai melakukan beberapa terobosan untuk memenuhi swasembada pangan salah satunya penataan lahan, pengadaan benih unggul, traktor, alat tanam dan alat panen serta rekayasa pola tanam.

"Targetnya petani Pelalawan bisa panen dua sampai 3 kali dalam setahun maka otomatis kebutuhan swasembada pangan mandiri kabupaten Pelalawan khususnya beras dapat terpenuhi," Ujarnya.(Advertorial)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT