Hot, Ini Anggapan Lain di Balik Suara Misterius 'Terompet Sangkakala'

Rabu, 27 Mei 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Suara misterius atau yang ramai di perbincangkan sosial media dengan sebutan ‘terompet sangkalala’, menjadi teka-teki para ilmuwan untuk mencari tahu kebenaran fenomena alam tersebut.

Berbagai versi bermunculan terkait suara misterius tersebut, terhadap penelitian yang sudah dilakukan para ilmuwan sejak 1990-an itu. Apa yang membuat suara tersebut begitu menghebohkan masyarakat dunia, terutama negara-negara yang merasakan langsung seperti Jerman, Amerika, Australia, Ukraina, dan Kanada.

Ilmuwan dari Center National de la Recherche Scientifique Ilmuwan pun menjawabnya alasan dibalik dengung misterius yang dihasilkan Bumi. Dilansir Independent, pada era 1990-an, ilmuwan menemukan bahwa dunia mengeluarkan getaran secara berkelanjutan dalam frekuensi yang sangat rendah. Bahkan, getaran ini terdeteksi walau tidak terjadi aktivitas gempa bumi.

Ilmuwan Fabrice Ardhuin dari Center National de la Recherche Scientifique menjawab dengan berhasil menemukan sumber suara tersebut dan apa penyebabnya. Menurutnya, suara yang disebut dengan The Hum itu terjadi akibat dari aktivitas mikroseismik pada gelombang lautan yang menghantam dasar laut. Hantaman yang berlangsung dalam jangka lama dan konsisten itulah yang menghasilkan suara gemuruh.

Ilmuwan menyebut getaran tersebut dengan nama aktivitas microseismic, yang umumnya terlalu lemah bagi manusia untuk mendeteksinya. Teori sebelumnya memasukkan radiasi elektromagnetik, aktivitas militer rahasia dan komunikasi kapal selam.

Namun menurut laman okezone.com, Rabu (27/5/15) penelitian terbaru mengungkapkan bahwa getaran yang paling mungkin ialah akibat gelombang laut. Menggunakan model komputer yang menunjukkan laut, angin dan dasar laut, tim ilmuwan yang dipimpin Oceanographer Fabrice Ardhuin menemukan bahwa gelombang laut bisa menghasilkan gelombang seismik mini saat mereka bertabrakan.

Gelombang laut yang lambat bisa menghasilkan gelombang seismik dengan frekuensi 13 sampai 300 detik. Sebagian besar suara misterius yang menyerupai lonceng ini berasal dari gelombang yang panjang.

"Saya pikir hasil penelitian kami merupakan langkah penting dalam transformasi suara misterius ke dalam sinyal yang bisa dipahami," tutur peneliti senior, Fabrice Ardhuin.  Ia mengatakan, pemahaman yang baik mengenai dengung ini memungkinkan untuk menciptakan peta yang lebih komprehensif dari interior Bumi.

Gelombang seismik menembus jauh ke dalam mantel Bumi dan bahkan dapat menembus bagian dalam dari inti Bumi. Analisis ini juga membantu ilmuwan membuat gambar lebih komprehensif terkait struktur planet Bumi.[okz]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT