Realisasi Proyek Fisik Rendah, Dewab Panggil Hearing Dinas PU

Selasa, 22 November 2011 - 16:36:44 WIB
Share Tweet Google +

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupateten Kepulauan Meranti mengagendakan Rabu (23/11/11) besok akan melakukan hearing dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum terkait masih sangat rendahnya realisasi pelaksanaan proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2011 serta masih banyaknya pekerjaan yang belum kerjakan.

Demikian Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Rubi Handoko yang dihubungi melalui selulernya Selasa (22/11/11). Pemanggilan hearing ini terkait berbagai temuan maupun laporan masyarakat yang menyebutkan masih banyak pekerjaan proyek fisik belum dikerjakan secara maksimal. Bahkan banyak pekerjaan tidak sesuai dengan target sehingga banyaknya pengerjaan proyek fisik yang sampai detik ini masih belum di kerjakan oleh rekanan.

“Berdasarkan hasil sidak yang kita lakukan dalam minggu-minggu ini ke sejumlah wilayah pengerjaan proyek fisik yang ada di sejumlah wilayah kabupaten kepulauan meranti,Maupun adanya laporan dari berbagai pihak elemen masyarakat. Saat ini masih banyak pekerjaan fisik pembangunan di wilayah ini yang belum di kerjakan secara maksimal. Selain itu masih banyak pekerjaa yang tidak sesuai target waktu yang sudah berjalan," ujar Rubi Handoko

Sementara itu, Ir Ariadi Syafrudin Kadis PU Kepulauan Meranti, Selasa (22/11/11) terkait permintaan hearing dengan pendapat sebagaimana yang diajukan oleh DPRD meranti, pihaknya mengaku telah mendapat surat undangan hearing. "Memang betul, kami telah mendapatkan surat panggilan pelaksanaan hearing dengan pendapat pada Rabu (23/11/11) malam dengan Komisi II. Hearing ini berkaitan dengan realisasi pelaksanaan pembangunan fisik di Meranti tahun anggaran 2011," ujar Ariadi.

Ariadi Syafruddin berasalan bahwa selama ini rekanan kontraktor banyak menemukan kendala di lapangan. Seperti hasil evaluasi yang kita lakukan beberapa hari yang lalu, penyebabnya ada beberapa hal, seperti rekanan kontraktor setelah mendapatkan pekerjaan ternyata di lapangan mereka tidak terlihat melakukan aktifitasnya dengan kata lain memang kontraktor tersebut terlihat tidak mau mengerjakan pekerjaanya. Selain itu juga ada kontraktor yang setengah-setengah mengerjakan pekerjaanya, dimana mereka memang tidak ada tanda mengerjakan pekerjaanya. Namun hanya menimbun material di lokasi pekerjaan, sedangkan aktifitas pekerja tidak maksimal atau bahkan tidak ada. Disamping itu juga adanya kontraktor yang tidak mengetahui secara persis lokasi yang akan mereka kerjakan atau tidak mengetahui jalur untuk memasukan barang.

"Ini juga persoalan ini tak luput dari adanya kenaikan harga material yang selama ini masih di pasok dari kabupaten Tanjung Balai Karimum," kilah Ariadi.**apj

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT