Dewan Dukung Satpol PP Bangun Pusat Rehabilitasi

Selasa, 26 Mei 2015 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis mendukung rencana Kepala Satpol PP Bengkalis membangun pusat rehabilitasi para pelaku penyakit masyarakat (Pekat) di Kabupaten Bengkalis. Sebab, tanpa adanya rumah rehabiilitasi membuat penanganan pekat kurang maksimal.

“Tangkap lepas, tanpa ada upaya rehabilitasi kepada yang bersangkutan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkalis, Najamuddin.

Dukungan tersebut disampaikan anggota DPRD Bengkalis, Hendri M.Si, saat dihubungi, Selasa (26/5) siang.

Politisi Golkar ini memaklumi kerisauan yang disampaikan oleh kepala Satpol PP Kabupaten Bengkalis, H Najamudin terkait menjamurnya para “wanita malam” yang beroperasi di Bengkalis.

"Wanita nakal" yang diamankan adalah wajah-wajah lama yag sebelumnya juga pernah diamankan.

Namun Satpol PP tidak bisa berbuat banyak, paling memberikan peringatan agar tidak mengulangi lalu memulangkan ke kampung halaman.

“Kita maklumi kalau kawan-kawan Satpol mengusulkan dibangun pusat rehabilitasi di Bengkalis, utamanya untuk berbagai kasus penyakit masyarakat seperti "wanita nakal" dan lainnya. Kalau ada pusat rehabilitasi, mereka ini bisa dibekali dengan berbagai kemahiran agar tidak mengulangi pekerjaan lama,” ujar Hendri.

Membangun pusat rehabilitasi kata Hendri, leading sectornya berada di Dinas Sosial. Untuk itu, Dinas Sosial harap Hendri tidak diam, tapi terdorong untuk ikut meyakinkan pemerintah daerah agar dibangun pusat rehabilitasi di Bengkalis.

“Penanganan kasus pekat seperti ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi Satpol PP saja. Pengamanan perdanya boleh Satpol PP, tapi tidak lanjut dari penanganan tersebut pasti melibatkan instansi lain, seperti Dinas Sosial, Disprindag bahkan juga Kemenag,” ujar Hendri lagi.

Untuk mengantisipasi persoalan menjadi lebih besar, Hendri mendukung sepenuhnya agar pusat rehabilitasi dibangun di Bengkalis.

Apatah lagi katanya, di Bengkalis sudah ada Balai Latihan Kerja (BLK), yang bisa dimanfaatkan untuk media belajar bagi wanita nakal yang diamankan.

“Belum terlambat kalau memang ada keinginan untuk itu. Bisa diusulkan untuk anggaran tahun 2016,” sebutnya. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT