7 Tips Mudah Hindari Bahaya Radiasi Ponsel

Selasa, 19 Mei 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Di era globalisasi, telepon genggam hampir tak pernah lepas dari genggaman tangan. Ponsel menjadi salah satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan modern.

Mulai dari mencatat jadwal keseharian, berkomunikasi, hingga sekadar berselancar di berbagai jejaring sosial, kehidupan manusia modern seakan sulit berjalan tanpa ponsel pintar.

Namun, ponsel memiliki radiasi yang berdampak buruk bagi kesehatan. Ini bukan merupakan hal yang baru diketahui. Banyak kampanye digaungkan untuk menyadarkan khalayak akan bahaya dari radiasi ponsel.

Meskipun demikian, orang masih saja keranjingan menggunakan telepon genggam. Perlu dan penting, kata banyak orang.

Guna mengantisipasi bahaya tersebut, Cnnindonesia merangkum beberapa cara praktis dari para ahli bagi masyarakat.

1. Jaga jarak telepon genggam dari kepala

Banyak orang berpikir mustahil menggunakan ponsel tanpa mendekatkan alat komunikasi tersebut ke kepala.

Namun, para ahli menyarankan agar jika melakukan perbincangan panjang, lebih baik menggunakan earphone. Mode loudspeaker juga bisa menjadi pilihan agar jarak kepala dan telepon genggam tidak terlalu dekat.

Radiasi tertinggi terjadi saat menunggu jawaban panggilan telepon. Sebaiknya tunggu orang yang ditelepon mengangkat, lalu gunakan handsfree.

Hal ini dianggap paling penting karena radiasi langsung dari ponsel dapat merusak jaringan otak dan mata.

Selain itu, hindari pula menaruh telepon genggam di sekitar tubuh, seperti pangkuan.

2. Jangan taruh ponsel di kantong depan baju

Kantong depan kemeja atau kaos berkerah menjadi tempat favorit banyak orang untuk menaruh ponsel. Selain mudah dijangkau, dering telepon genggam juga akan lebih mudah didengar.

Bahayanya, letak kantong baju tersebut sangat dekat dengan jantung. Radiasi dari ponsel dapat langsung menuju jantung sehingga sangat berbahaya.

Para ahli menyarankan agar telepon genggam ditaruh di dalam tas atau kantong belakang celana.

3. Baterai telepon genggam lemah

Saat baterai ponsel lemah, radiasi yang dipancarkan semakin kuat. Hindari penggunaan telepon genggam saat lemah daya.

Isi baterai ponsel hingga penuh. Hindari pula penggunaan telepon genggam saat di-charge.

Bahaya penggunaan ponsel saat mengisi daya lebih besar daripada saat baterai lemah. Pasalnya, pengisian baterai dapat menyebabkan sirkuit pendek listrik sehingga bisa menyebabkan daya setrum secara tiba-tiba.

4. Matikan ponsel saat tidur

Saat tidur, sistem pertahanan tubuh lemah. Semua sistem beristirahat. Radiasi pun dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Para ahli menyarankan agar ponsel dimatikan saat tidur. Paling tidak, letakkan telepon genggam jauh dari tempat tidur.

5. Jangan gunakan telepon genggam di daerah lemah sinyal

Saat sinyal lemah, ponsel akan mengeluarkan lebih banyak radiasi untuk mendapatkan jaringan. Hindari pemakaian telepon genggam di daerah yang lemah sinyal.

Selain itu, hindari pula penggunaan ponsel di tempat tertutup. Kebanyakan tempat tertutup menangkal masuknya sinyal.

Jika mencoba melakukan panggilan atau koneksi secara berulang-ulang, radiasi yang dipancarkan akan lebih banyak. Tak hanya diri sendiri, hal ini juga dapat merugikan orang lain.

6. Kurangi penggunaan ponsel saat hamil

Tak dapat dipungkiri, ibu hamil juga membutuhkan telepon genggam. Namun, sebaiknya ibu hamil mengurangi penggunaannya.

Radiasi ponsel dapat mengganggu pertumbuhan fetus. Tak hanya ibu, orang sekitar juga dianjurkan untuk mengurangi penggunaan ponsel.

7. Gunakan ponsel dengan merek dikenal

Kebanyakan ponsel bermerek sudah melalui tes radiasi agar tidak terlalu berbahaya bagi penggunanya. 

Telepon genggam dengan kualitas rendah dapat memancarkan radiasi yang lebih banyak dan berbahaya.

Pemilihan telepon genggam yang terpercaya dapat mengurangi risiko gangguan akibat radiasi.[cnn]

 


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT