Jual Barang Kadaluarsa, Alfamart Dinilai Langgar UU Konsumen

Kamis, 14 Mei 2015 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Terkait ditemukannya  makanan expired (kadaluarsa) yang dijual toko Alfamart di Rumbai Pekanbaru, Riau, mendapat sorotan dari kalangan masyarakat. Dalam hal ini pihak Alfamart dinilai tidak memiliki kejujuran dalam menjual produk kepada konsumen.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif LSM Indonesian Monitoring Development (IMD), Raja Adnan kepada Metroterkini.com, Rabu (13/5/15). Menurutnya, Alfamart di nilai tidak memiliki indikasi transparan dalam memberikan informasi dengan jujur dan benar.

Seharusnya pihak Alfamart memberikan penjelasan dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan terhadap konsumen sesuai dengan UU konsumen. Sebab Alfamart adalah perusahaan waralaba skala nasional, bukan warung atau toko kelontong.

"Saya rasa itu ada indikasi tidak ketidakjujuran," ujar Raja Adnan.

Masaih menurut Raja Adnan, seharusnya mereka (Alfamart) memberikan informasi yang benar, termasuk hal-hal tersebut jangan sampai terjadi hal yang berdampak kepada konsumen.

“Inikan fakta dan bukti informasi tentang mereka (Alfamart) yang kedapatan miliki barang expired yang jual. Itu jelas bukti ketidak jujuran. Harusnya mereka (Alfamart) menjual barang yang layak, namun bahasa mereka barang itu layak di makan," tegasnya.

Karena bagian dari pada informasi barang itu, lanjut Raja Adnan, layak atau tidak layaknya barang yang dikonsumsi, Alfamart harus memiliki informasi jelas. Kalau hal tersebut terjadi, maka mereka (Alfamart) memiliki 2 unsur.yakni, objektif dan subjektif.

“Dengan maksud apa dia menjual barang yang sudah kadaluarsa? Memperkaya diri sendiri dengan mengambil keuntungan sebesar-besarnya, tanpa memperdulikan hak-hak konsumen karena bisa menimbulkan penyakit dan segala macam," katanya.

“Jelas melanggar pasal yang ada dalam di UU Perlindungan Konsumen tentang pelaku usaha tidak berbuat jujur. Artinya ada unsur objektif yang melanggar UU konsumen, itu unsur yang sudah ada di atur oleh UU," tambahnya.

Selain itu, Raja Adnan juga meminta kepada Pemerintah melalui Disperindag Kota Pekanbaru untuk mengambil langkah tindakan Administratif.

“Kalau dibiarkan pelaku usaha tidak jera-jera," tutupnya.

Seperti diketahui, selain mengalami keracunan, produk expired (kadaluarsa) juga dapat menimbulkan kematian. Hal ini disebabkan oleh produk tersebut telah expired, namun pihak Alfamart Cabang Pekanbaru yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban (Berita Terkait: Korban Muntah, Alfamart Pekanbaru Jual Roti Expired ). [ndo]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT