Kadis PU Janji Minggu ini Dana Swakelola Dibayarkan

Senin, 14 November 2011 - 23:27:04 WIB
Share Tweet Instagram

Sekretaris Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H Muhammad Adiel SH mendesak kepada dinas PU Kepulauan Meranti untuk segera menyelesaikan pencairan dana swakelola tahun anggaran 2011. Pasalnya, sudah lebih 6 bulan lamanya para rekanan dana swakelola telah menyelesaikan pekerjaanya.

”Kami sangat menyayangkan atas banyaknya rekanan swakelola di lingkungan dinas PU Pemda Kepulauan Meranti yang mengeluh akibat belum kunjung diselesaikanya pembayaran hasil jerih payah mereka dalam menyelesaikan pekerjaaan terkait alokasi dana swakelola," ujar H Adil yang ditemui diruang kerjanya, Senin (14/11) di Selatpanjang.

Banyaknya paket proyek swakelola di PU tahun 2011 yang mendapat alokasi dana 2,7 milyar itu pada umumnya pengerjaanya menggunakan sistem tunjuk langsung (PL) kepada pihak ketiga dan jika benar dilakukan dengan baik dan proporsional dan tidak ada kepentingan lain tentunya tidak akan menimbulkan kersoalan.

"Masak pekerjaan penunjukan langsung gitu aja, pencairanya harus memakan waktu lebih dari setengah tahun dan jika ada pekerjaan yang dicairan hanyalah sebagian kecil. Dengan demikian tentunya kita pertanyakan ada apa dengan dinas PU. Kami khawatir akan terlambatan pencaiaran dana swakelola ini akan berdampak buruk kepada sisitem keuangan di daerah ini, atau ada kepentingan lain dalam merealisasikan pencaiaran dana swakelola di Meranti ini," ujar H Adil.

Salah seorang rekanan dana swakelola Dinas PU sangat kecewa dengan pihak dinas karena selama ini mereka dibohongi karena sebelumnya menjelang hari raya idul fitri mereka telah dijanjikan pencairanya. Namun sampai saat ini mereka hanya janji. "Alas mereka administrasi yang belum siap," ujar sumber.

Kadis PU Meranti, Ir A Syafrudin ketika dihubungi mengatakan keterlamabatan pencaiaran dana swakelola di Meranti karena masalah administrasi. "Mudah-mudahan dalam minggu ini akan dibayarkan semuanya," janjinya lagi.**/def
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT