Saat Berpidato Yorrys Raweyai Diteriaki Turun Podium

Ahad, 10 Mei 2015 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pada saat cara Konferensi Daerah (Konferda) Riau, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di depan kantor Gubernur Riau, Sabtu (9/5/15), semalam, tiba - tiba saja salah seorang peserta menyuruh turun ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSPSI, Yorrys Raweyai paska Konsiliasi Brobudur, menyuruh turun, tak ayal ratusan yang hadir termasuk rombongan Wagubri Arsyadjuliandi Rachman menjadi kaget.

Setelah teriakan tersebut tiba - tiba sekitar 1000 orang massa berhamburan memasuki halaman gedung dan acar itupun kacau, massa ini mengamuk tampa sebab yang jelas, aparat kemanan langsung mengunci pintu ruangan rapat, dalam ruangan kedua petinggi itu dilarikan kerumah peristirahatan Wagubri yang letaknya tidak jauh dari lokasi itu.

Selidik punya selidik, ternyata keributan itu disebabkan oleh salah faham yang sudah mengendap selama 12 tahun, ini terkuak dari ungkapan Hotlan Gultom yang mengatakan, tujuan menghentikan acara karena Konferda seharusnya baru bisa digelar setelah masalah internal orgnisasi SPTI diselesaikan.

Menurutnya Internal KSPSI awalnya sepakat untuk menyelesaikan masalah internal itu hingga batas waktu 30 April lalu, namun hasilnya tidak jelas sampai sekarang.

Selain itu, ia mengatakan Konferda tidak sah karena SPTI versi Saut Sihaloho sebagai anggota dari serikat pekerja tidak dilibatkan dalam panitia dan tidak diberitahu perihal penyelenggaraan Konferda.

"Hermansyah (Ketua KSPSI Riau) dan Ketua SPTI versi Nursal Tanjung buat kebijakan sendiri. Kami tak terima, bentuk panitiapun kami tidak dipanggil.setelah lihat di bandara siapa ini kok ada konferda," katanya usai membubarkan konferda.
         
SPTI Riau sebagai salah satu anggota KSPSI sendiri masih belum selesai rekonsiliasi antara Nursal Tanjung dan Saut Sihaloho. Oleh karena itu dia menilai konferda belum bisa dilakukan. Dia menyatakan organisasi harus ada unitnya. Oleh karena itu tidak bisa kebijakannya dari atas ke bawah.

Oleh karena itu dia minta penjelasan terkait penyelesaian dualisme yang belum selesai di SPTI Riau. Secara struktural, kata dia, dia menghormati Yorrys sebagai ketua umum hasil rekonsiliasi di Brobudur beberapa waktu lalu, namun diminta pengertian bahwa masalah di daerah belum selesai.

"Secara de facto kamilah orang di lapangan. Kami sudah ada sejak 1968, jadi hasilnya bubar, konferda tidak diadakan lagi," sambungnya.

Ratusan massa secara tiba-tiba mengepung Gedung Pertemuan Balai Serindit di Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau yang menjadi lokasi Konferda KSPSI Riau.

Massa berteriak "bubarkan konferda" dan "Suruh keluar Yorrys, jangan merusak di Riau ini", dan juga menyebut-nyebut nama "Nursal Tanjung" untuk dikeluarkan. Sementara itu, Yorrys yang sedang menyampaikan sambutan awalnya mengatakan awalnya meminta massa di dalam tenang.

Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian belum menetapkan tersangka atas kasus kekacauan konferda SPSI yang membuat malu Plt Gubri ini.(BB)


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT