Barus: Dimana Sih Lokasi Lahan NWR Itu ?

Selasa, 05 Mei 2015 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Ketua harian Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), H. Barus, Selasa (5/5) mempertanyakan dimana sebenarnya lahan ex PT. Siak Raya, seluas 38 ribu hektar yang saat ini dikuasai PT Nusa wahana Raya (NWR), hingga kini batas dan lokasi daerahnya tidak jelas, sementara di izin lahan ini ada di Riau.

"lahan NWR ini dimana sih, ini karena tanda tangan di Pusat saja hingga daerah dan lokasinya hanya ada di Peta sementara mereka tidak tahu keadaan lokasi ini, akibanya saat ini terjadi saling klaim antara NWR dengan warga," Jelas Barus.

Selain mempertanyakan keseriusan NWR ini disebut Barus kaya terganjal oleh ketidak jelasan izin yang sudah dikantongi oleh NWR ini, itu dibuktikan dengan perusahaaan tidak berani membawa permasalahan ini kemeja hukum.

"Sebagai pemilik izin hak NWR harus mengadu kepengadilan untuk merebut lahan ini, namun mereka akan dapat masalah karena izin ini kurang kuat untuk mebuktikan ini lahan mereka,

sementara warga memiliki surat SKT Camat setempat," Jelasnya.

Dikatakan Barus, oleh karena itulah selama ini NWR selalu eksekusi lapangan, dengan mengunakan aparat kamanan, sebagai tameng menakut - nakuti warga.

"Sementar itu adalah domain Dinas Kehutanan setempat, kalau aparat hanya mengamankan bukan mengawal NWR menanam aksia dilahan bermasalah itu sudah melenceng," Tukas Barus.

Selaku anak Purnawirawan dia banyak menyayangkan Andil Kapolda Riau yang tidak merespon keluhan masyarakat, disebutnya Kapolda ini telah melangkahi wewenang Kapolres Pelalawan selaku penguasa derah, sebab di Pelalawan ini selalu kondusif.

"Bapak Kapolda kita ini terkesan menempatkan Brimob seolah - olah tameng perusahaan, padahal Brimob adalah personel negara untuk melindungi masyarakat," ujarnya.

Pada dasarnya permasalahan daerah bisa diselesikan oleh pejabat setempat, kecuali Kapolres Pelalawn meminta karena daerahnya tidak kondusif, dimana Kehadiran Brimob disalah artikan dimana itu menandakan aparat berpihak.

"Dalam rangka apa Bimob lokasi NWR, kalau tidak membela perusahaan, nah dengan adanya Brimob dilokasi itu menandakan seolah - olah perusahan sudah benar," Tukasnya.

"kalau fer, seharusnya Brimob itu mengamankan aset perusahaan saja, bukan mengamankan kegiatan penanaman Akasia NWR yang sedang berlangsung saat ini dimana lahan ini sudah status Quo dan sedang dalam penaganan Pemerintah Kabipaten Pelalawan dan Tim," Tukasnya.(bb)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT