Petani Karet Pertanyakan Dana Talangan Pembelian Karet

Ahad, 03 Mei 2015 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sejumlah petani karet mempertanyakan dana talangan yang dijanjikan Pemkab Bengkalis untuk membeli karet warga saat  harga karet dipasaran jeblok. Soal dana talangan itu sendiri, pernah dijanjikan oleh Bupati Bengkalis saat pembahasan RAPBD tahun 2015.

Dalam beberapa kali kesempatan, Bupati menyampaikan terkait alokasi dana talangan untuk pembelian karet masyarakat.

“Informasi dana talangan ini sudah kita dengar sejak akhir tahun 2014 lalu, tapi sampai sekarang kok senyap saja,” ujar Sudin petani karet warga Teluk Pambang, Minggu (3/5) siang.

Rencana mengalokasikan dana talangan untuk pembelian karet warga dianggap kebijakan yang tepat. Disaat harga karet murah, karet-karet milik warga dibeli oleh pemerintah, lalu ketika harga kembali normal karet-karet tersebut oleh pemerintah kembali dijual.

“Saat rencana ini disampaikan, kita menyambut dengan gembira. Bagaimana tidak, harga 1 kg karet saat ini tidak bisa untuk membeli 1 kg beras, padahal harga-harga kebutuhan lainnya terus meningkat. Harapan kami tentunya, rencana ini bisa direalisasikan,” imbuh Sudin.

Menurut Sudin, setahun terakhir ia dan petani karet lainnya di Bengkalis menghadapi masa-masa sulit. Bagi mereka yang selama ini hanya mengambil upah di kabun karet milik orang lain, hanya menerima Rp 3000/ 1 kg (setelah dibagi dua dengan pemilik kebun).

Tak heran, banyak petani karet mengadu nasib ke Malaysia untuk menjadi kuli bangunan.

“Ya bagaimana tak ke Malaysia, di kampung susahnya seperti ini. Jangankan petani yang mengupah di kebun karet orang, yang punya kebun saja mengeluh karena harga karet cukup murah. Mau tak mau ya mengadu nasib ke Malaysia,” ujar Mazlan menambahkan.

Sebelumnya, Kadis Perindag, H Fauzi mengatakan, dana talangan untuk pembelian karet warga memang sudah dianggarkan tahun 2015, dan sejatinya dinas Prindag sebagai pengelola dana tersebut.

Namun, kemugkinan besar belum bisa dilakukan pada tahun 2015 ini, mengingat banyak tahapan dan aturan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

“Harus ada gudang untuk menyimpan karet-karet yang sudah dibeli, lalu berapa batasan harga perkilo gram juga belum diputuskan. Berapa harga yang harus dibeli dan kapan karet-karet itu bisa dijual kembali. Semua itu harus diputuskan terlebih dahulu,” sebut Fauzi. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT