Memanfaatkan Barang Limbah jadi Bernilai Seni

Ahad, 03 Mei 2015 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Belum banyak orang yang memanfaatkan limbah menjadi barang seni yang memiliki nilai ekonomis, apalagi untuk daerah seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun tidak demikian dengan seorang yang dinilai kreatif dan karyanya patut diacungi jempol karena dari limbah ternyata memiliki potensi yang cukup menjanjikan.

Kurnia Ahmad yang tinggal di Jalan Rintis Gg Karet Selatpanjang Selatan,Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti ini telah memanfaatkan limbah yang diolah menjadi benda yang memiliki nilai ekonomis dan seni. Dari tangan kreatif limbah alam ini bisa di jadikan produk asesoris yang bernilai ekonomi.

Kurnia Ahmad yang dikenal sebagai seorang pekerja seni juga kerap menjadi juri di berbagai Karya Seni di Kabupaten Kepulauan Meranti, maupun narsumber di berbagai kegiatan seni di Meranti. Beliau juga pernah meraih prestasi juara satu, juara umum 1 se Riau dalam kompetisi Limbah Alam Wanita.

Sejak kecil ia juga sudah lama menggeluti usaha limbah alam, namun dirinya mulai berkarya pada tahun 2012 hingga saat ini. Kurnia Ahmad yang dijumpai Minggu (3/5) di Selatpanjang mengatakan jika ada kemauan disitu ada jalan.

"Alhamdulillah berkat motivasi dan dukungan dari kawan-kawan saya bangkitkan jiwa seni yang pernah tertanam dari dulu," ujar wanita yang akrab di panggil Mami.

Menurut Mami, untuk membuat limbah alam menjadi suatu yang bernilai ekonomi tidak lah semudah yang dibayangkan. "Apa yang kita jalani butuh ketelatenan dan kedisiplinan untuk menjadikan sesuatu aneka asesoris seperti mainanan kunci, tempat tisu lukisan dari pelepah pisang juga asesoris anak gaul di era modern ini," ungkapnya.

Tepat dengan momentum Hari Buruh Internasional (Dunia) Kurnia mengajak kepada kaula muda agar terus berkarya seni banyak potensi yang perlu di manfaatkan selagi ada kemauan di situn ada jalan. Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan adanya kreatipitas para pengrajin daur ulang limbah alam yang selama ini tidak terpakai tidak menampik kemungkinan membuka peluang kerja baru bagi setiap orang yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. 

"Kita akui selama ini sanggat sulit mengentaskan kemiskinan di Meranti," tutupnya. [azw]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT