Tim Gabungan Bongkar Usaha Mie Mengandung Formalin

Sabtu, 25 April 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Aparat gabungan dari Polres Lombok Tengah dan Dikes Loteng  menggrebek lokasi pembuatan mie yang di duga mengandung bahan berformalin di kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Lombok Tengah NTB, Kamis (23/4) kamarin.

Dalam penggerebekan tersebut tim berhasil menemukan satu botol cairan yang di duga berisi bahan pembuatan mie kuning yang mengadung formalin sebagai bahan pembuatan bakso. Selain itu tim gabungan juga menemukan botol yang berisi bekas rebusan mie, serta sejumlah mie kuning yang siap di pasarkan. Sejumlah barang bukti tersebut langsung di amankan tim gabungan ke Mapolres Loteng bersama beberapa  karyawan pabrik mie di antaranya MH, dan MA guna dimintai keterangan.

Sementara itu Suadi, selaku Ketua RT setempat mengaku tidak mengetahui secara percis adanya aktifitas warganya yang membuat mie kuning dengan menggunakan bahan  yang di duga mengandung formali, pihaknya sebatas mengetahui adanya pembuatan mie kuning untuk di jual kepada sejumlah pedaggang bakso. 

“Saya belum lama menjabat ketua RT sehingga tidak tau percis,”tegasnya.

Menurutnya, pemilik pabrik mie kuning Haerullah, belum genap setahun tinggal dan memiliki usaha di tempat ini, sebelumnya tinggal di kampung Serengat Praya yang secara kebetulan istrinya asal Serengat sedangkan Haerullah sendiri berasal dari Ampenan.

Kasi pengawasan obat dan makanan Dikes Loteng, Johan Efendy yang turun ke lokasi bersama tim mengaku, jauh sebelumnya telah beredar informasi di tengah masyarakat, tentang adanya pabrik mie kuning yang di duga mengandung bahan formali, informasi inilah yang di tindak lanjuti dengan cara membeli sample lalu di lakukan uji coba, mie yang di uji tersebut memiliki ciri-ciri kenyal dengan warna terlihat kuning serta baunya beda dan mampu bertahan sampai tiga hari. Setelah mendapatkan sampel tersebut ia langsung melakukan koordinmasi dengan aparat kepolisian. 

“Kita masih butuh uji laboratorium untuk memastikannya,”katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Loteng AKP. Tauhid, membenarkan adanya penggrebekan yang di lakukannya bersama tim dari Dikes Loteng. Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku pemproduksi mie kuning untuk di pasarkan di seluruh pasar dengan cara membungkusnya menggunakan plastik 1 kg. Pemilik pabrik Haerullah saat ini di kenakan pasal 136 huruf b undang –undang 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman kurungan lima tahun dengan denda 10 Milyar. 

“Barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Polres,” katanya. [ls]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT