Lahan NWR Status Quo, Ini Akibat Campur Tangan Pemkab Pelalawan

Jumat, 24 April 2015 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sengketa lahan di Desa Segati, Kecamatan Langgam, terus meruncing, berdasarkan keterangan Kabag Hukum Pemkab Pelalawan, Devidson, sebenarnya pemicu adalah dari Letak lokasi berdasarkan SK. 98/2001 PT. Siak Raya Timber yang dicabut melalui SK Menhut No: 173/2013 tumpang tindih

Hal ini dipertanyakan banyak pihak, PT. Nusa wahana Raya (NWR) selaku pemegang izin tidak bisa mebuktikan pada masyarakat kalau lahan tersebut letak lokasinya, sementara masyarakat sudah mengantongi SK Camat dari tahun 2002 lalu.

"Bahkan sangat kami sayangkan kantor NWR saja hingga kini belum jelas keberadaannya ini yang mebuat kami bingung," Jelas David.

Keterangan David ini didukung oleh, salah seorang Staf Kantor Pelayanan Pajak Terpadu (KPPT), Rahmat, dia mengatakan status statis PT. NWR didaerah Pelalawan belum terdaftar, walau sepucuk suratpun yang ada hanya surat SK Menhut No : 444/KPTS-II/1997/ tentang pemberian hak penguasaan Hugtan Tanaman Industri Pola Trasmigrasi atas area;l hutan seluas 21870 Hk di Prov Riau.

"Kalau izin Menhut untuk transmigrasi ada, namun selama ini siapa yang dapat bagian, kok lahan itu bisa dikuasai tampa melibatkan masyarakat," Jelas Rahmat.

Terlihat dihadapan David ketika dikonfirmasi dikantornya, dalam putusan SK: No 173 /2013 ini tidak menunjuk areal tersebut ada dalam wilayah Pelalawan, namun dia juga heran Bupati Pelalalwan melalui Dinas Kehutanan Pelalawan, membuat surat  turunan kepada dinas Kehutanan.

"waduh tidak tahu saya nih kalau begini suratnya, tapi anehnya kok ada surat Bupati Pelalawan yang justru malah membuat surat turunan kepada kepala dinas kehutanan kab pelalalwan untuk mengawasi lahan ini, sementar SK Menhut tersebut tidak pernah menyebut daerah Pelalawan," Jelas David.

Sebelumnya isi surat itu berbunyi untuk memastikan lokasi eks PT. Siak Raya seluas 38.000 Hektar tersebut yang diduga telah dialih fungsikan sebagai HTI PT. NWR ini disebut Daviid diluar prosedur dan mekanisme UU dan ketentuan yang berlaku telah tertabrak.

"Tidak mungkin mentri tidak tahu kalau lahan itu tumpang tindih, itu semua kan sudah ada titik kordinatnya" Jelasnya, Kemaren.

Beberap saat lalu tersiar kabar sekelompok orang mengklaim lahan di Segati adalah lahan ninik mamak, namun karena di rampas oleh PT. NWR dengan mebndatangkan pasukan Brimob sejumlah warga terpaksa melarikan diri dari lahan mereka, namun saat ini lahan ini menjadi sengketa. dan pada demo sehari sebelumnya DPRD Pelalawan yang hadir saat demo itu terpaksa menstaus Quo kan lahan sengketa itu. (jh)

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT