Terkait Malpraktek, RSUCM Harus Tanggungjawab

Selasa, 21 April 2015 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Salah seorang pasien bakti sosial operasi katarak yang dilakukan Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Usman salah satu pasien yang mendapatkan layanan operasi katarak secara gratis yang diadakan Pemerintah Aceh bagi masyarakat yang kurang mampu (miskin) dengan Jamkesmas, dipertengahan tahun 2014 silam setelah operasi mengalami kebutaan total. Korban diduga akibat malpraktek saat operasi berlangsung.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban pada 5 Agustus 2014 lalu, pihak rumah sakit Zainoel Abidin menerima pasien dalam kondisi mata yang tidak dapat diselamatkan lagi dan pasien pun dikembalikan pulang. “Menurut keterangan dokter di RSZA, mata pasien tidak bisa disembuhkan lagi, karena platina mata sudah habis dikerok pada saat menjalani operasi di Rumah Saki Umum Cut Mutia," kata Amat anak korban operasi katarak.

Kejadian tersebut ditanggapi Ketua Komisi E, Tgk. Muhammad Natsir saat dikonfirmasi diruang kerjanya menanggapi, kejadian tersebut harus ada tanggungjawab dari pihak rumah sakit, karena itu merupakan suatu kesalahan yang dilakukannya.

" Kami akan menindak lanjut atas kejadian ini, jangan sampai pasien tersebut diterlantar begitu saja, dan pihak rumah sakit harus bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut," desak M. Natsir.

Ketua Komisi E juga mengatakan, bukan itu saja problema yang terjdi di Rumah Sakit Umum Cut Mutia itu, ada beberapa hal lain yang terjadi disana.

" Kami sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat atas keluhan pelayanan rumah sakit itu, seperti keterlambatan penanganan dari Dokter yang bersifat terlambat masuk kerja."

Tambahnya lagi, seperti tempat sembahyang (mushalla) yang disediakan di RSUCM tidak bisa digunakan karena tidak difasilitasi air. "Bagaimana kita gunakan kalau persediaaan air untuk berwudhu tidak ada, bukan sedikit uang di upload kerumah sakit itu, kemana dibawa uang tersebut," tutup M. Natsir yang didampingi anggota Komisi E Mukhtar dengan penuh tanda tanya. [mahlil /shala]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT