Diduga Malpraktek, Penderita Katarak Mengalami Kebutaan

Selasa, 21 April 2015 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com -  Konon katanya, Rumah Sakit merupakan tempat memperolehnya kesehatan bagi sipenderita sakit, namun hal tersebut  berbeda dengan yang dialami Usman (66) warga Dusun Kubu Tungku, Desa Tumpok  Teungoh, Kecamatan Julok, Kabapaten Aceh Timur.

Pasca menjalani operasi mata di Rumah Sakit Cut Mutia (RSUCM), Buket Rata, Ia malah mengalami buta permanen, padahal sebelumnya hanya mengalami rabun (katarak).

Usman tercatat sebagai salah satu pasien yang mendapatkan layanan operasi katarak secara gratis yang diadakan Pemerintah Aceh bagi masyarakat yang kurang mampu (miskin) di Rumah Sakit Umum Cut Mutia melalui bakti sosial (Baksos) dengan berbekal Jamkesmas, dipertengahan tahun 2014 silam.

Akan tetapi, bukan kesembuhan yang didapatkan Usman. Seperti pernyataan yang dilontarkan keluarga korban  kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Sebelum ayah menjalani operasi gratis di rumah sakit umum Cut Mutia, ayah masih bisa melihat dan pergi kemana-mana dengan mengendarai kereta. Saya sudah tidak tau bilang apalagi pak, setelah ayah saya dioperasi semua uang dan tanah sudah saya jual untuk mengobati mata ayah akibat kegagalan operasi yang dilakukan dirumah sakit itu, bahkan kereta yang dulu dipakai ayah untuk mencari nafkah-pun sudah dijual demi berobat untuk kesembuhannya," kata Amat, anak kandung korban.

Tambahnya lagi, uang yang sudah habis untuk biaya ayah berobat sudah mencapai Rp 23 juta. "Entah dari mana uang itu bisa kami peroleh. Karena kami orang miskin uang sebanyak itu sangatlah berharga, tapi kami tidak peduli asal ayah saya bisa sembuh semua cara kami lakukan, bahkan sampai berutang pada orang. Itu kami lakukan demi kesembuhan ayah, tapi pihak rumah sakit tidak ada tanggung jawab sedikitpun atas kejadian yang menimpa ayah," terang Amat dengan nada marah bercampur pilu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan metroterkini.com dari anak kandung korban,  pada tanggal 3 Juli 2014, RSCUM menerima rujukan yang tertera disurat tersebut dari Puskesmas  Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (Desa asal Usman-red), dengan diagnosa mengalami penyakit rabun (katarak) yang harus dioperasi.

Pada bulan berikutnya, Senin tanggal 4 Agustus 2014 medis RSUCM lepas tangan, pasien yang dinilai gagal fatal terhadap operasi mata itu dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Surat rujukan dikeluarkan oleh dokter Dr. Halimatussakdiah TJ. Sp. M diketahui oleh Kabid Pelayanan Medik, Dr Abdul Mukti.

Pada 5 Agustus 2014, pihak rumah sakit Zainoel Abidin menerima pasien dalam kondisi mata yang tidak dapat diselamatkan lagi dan pasien pun dikembalikan pulang. “Menurut keterangan dokter di RSZA, mata pasien tidak bisa disembuhkan lagi, karena platina mata sudah habis dikerok pada saat menjalani operasi di Rumah Saki Umum Cut Mutia," katanya.

Berdasarkan keterangan dan pengaduan korban kepada media ini, wartawan metroterkini.com-pun bertandang kerumah sakit guna mempertanyakan kebenaran atas kejadian tersebut.

Dr Halimatussakdiah yang diketahui sebagai penanggung jawab atas operasi mata terhadap Usman, di ruang kerjanya, Poli Mata, RSUCM kepada wartawan membantah, kalau kejadian tersebut akibat operasi yang menyudutkan namanya.

“Kami tidak melakukan operasi, yang mengoperasikan pak Usman adalah tim Baksos dari Banda Aceh langsung,” cetusnya belum lama ini, namun ketika wartawan meminta informasi terkait tim operasi yang bersangkutan seraya menanyakan dokter yang bertanggung jawab terhadap program tersebut, ia mengaku tidak tahu menahu.

“Itu Baksos bang, kami disini hanya memfasilitasi saja, berhubung, ruang operasi yang terluas hanya dimiliki oleh RSUCM, maka dari Aceh Timur pun tertampung,” terangnya terkesan mengelak.

Ia juga bersikeras, Halimatussakdiah yang didampingi oleh Abdul Mukti menjelaskan, pihaknya telah meminta keluarga pasien, agar menempuh RSZA di Banda Aceh. “Kami tidak bisa menanggapi masalah ini, karena Baksos ini dijalankan oleh Tim Medis dari Banda Aceh langsung,” demikian tutupnya.

Kini korban mengalami buta diakibatkan proses operasi Baksos dan pihak keluarga menuntut pihak rumah sakit bertanggung jawab atas insiden yang menimpa keluarga mereka. [mahlil-shaha]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT