PT. NWR Kembali Ingin Caplok Lahan, Namun DIhadang Warga

Selasa, 21 April 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sebanyak 300 massa desa Suka Ramai memblokir jalan Koridor PT. RAPP KM 40 Simpang Empat Desa Segati, Langgam, Pelalawan, Riau, kisruh yang sudah lama membeku ini kembali terjadi, sehubungan dengan tindakan PT Nusa Wana Raya (PT NWR) dan PT RAPP yang telah melakukan okupasi terhadap lahan masyarakat berupa kebun kelapa sawit yang telah berbuah, dengan cara melakukan stacking menggunakan alat berat jenis exavator dan menanaminya dengan bibit Akasia, sehingga menimbulkan keresahan dari masyarakat pemilik dan Pemangku Adat setempat.

Mereka mendirikan tenda dibadan jalan dan membakar ban serta tidak memperbolehkan kendaraan yang bermuatan kayu Akasia maupun mobil pribadi milik PT. RAPP dan PT. NWR melintas, sedangkan kendaraan milik masyarakat yang bermuatan buah kelapa sawit maupun mobil pribadi diperbolehkan melintas.

Kejadian serupa sering terjadi hampir disetiap perusahaan ingin menanam Akasia ini, padahal warga sudah menempati lahan itu sudah lama, NWR selalu beralasan telah mengantongi izin penanaman Akasia sementara mereka tidak memperhatikan kalau dalam Izin yang diaksut perkampungan sudah berdiri dari puluhan tahun lalu.

"Kami minta transparansi HGU PT NWR, yang selam in i terkesan disembunyikan oleh perusahaan, setiap NWR dan Groupnya ingin menguasai lahan mereka selalu memaki kekerasan memancing keributan sehingga bukan bermasalah dengan sengketa lahan tapi akhirnya masyarakat dituntut karena Pidana lain," jelas Tokoh Pemuda Bujang baru.

Selain itu massa minta pertanggung jawaban PT. NWR yang dibelakangnya RAPP, telah melakukan pengrusakan terhadap kebun kelapa sawit milik masyarakat, dimana saat ini pemilik lahan sudah melaporkan NWR ke Polda Riau.

"JUga kami minta kepada PT. NWR untuk tidak mengoperasikan alat berat yg berada diatas lahan masyarakat sebelum adanya penyelesaian permasalahan sengketa lahan," Jelasnya.

Juga warga menyayangkan selama ini PT. NWR untuk tidak mengirim oknum Brimob sebagai upaya menakut - nakuti masyarakat dan pemilik lahan ke daerah Segati.

"Dan jangan lupa kengembalian lahan adat Desa Segati seluas 1.500 Ha yg saat ini masuk dalam RKT UPHHK-HTI an. PT Nusa Wana Raya di Kabupaten. Pelalawan seluas 2.868 Ha yang diambil paksa pada tahun lalu dengan mengintimidasi warga dengan penagkapan di Polres Pelalawan," Jelas Bujang.(jh)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT