91 WNI Kembali Berhasil Dievakuasi dari Yaman

Senin, 13 April 2015 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Sebanyak 91 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Yaman, telah tiba di Base Operation Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (13/4/15). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bahwa ada 218 warga negara Indonesia (WNI) lagi yang saat ini masih berada di Yaman. Para WNI itu akan dipulangkan secara bertahap pasca-konflik yang melanda negara itu.

"Mereka dipulangkan pada Sabtu, Senin, dan Selasa," katanya.

Retno mengatakan, pemerintah sudah mengirimkan pesawat TNI Angkatan Udara ke Yaman untuk mengevakuasi warga negara Indonesia dan pemerintah sudah memulangkan 775 dari 993 WNI dari Yaman. Menurut dia, memang ada WNI yang tidak dapat dievakuasi karena berbagai penyebab, seperti keamanan wilayah, kendala transportasi, atau yang bersangkutan memang tidak mau kembali ke Tanah Air.

"Misalnya, di wilayah Aden (Yaman Selatan) ada 17 WNI di sana, tapi tingkat keamanannya sangat rawan. Kita akan terus berusaha, termasuk bekerja sama dengan negara lain, selain itu WNI kita juga ada di dua daerah di wilayah timur, tapi kita terkendala dengan transportasi karena itu kita evakuasi bertahap", katanya, seperti dkutip dari kompas.com

Hingga kini, Pemerintah telah mengevakuasi 1800 WNI dari Yaman. Evakuasi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Tak sampai di situ, Pemerintah akan terus mewlakukan evakuasi hingga semua WNI yang ingin meninggalkan Yaman berhasil dievakuasi.

Menurut Kemenlu, hingga kini masih ada 82 WNI yang terjebak perang di Kota Aden yang masih terus diupayakan untuk segera dievakuasi. Pemerintah Indonesia bersama Palang Merah Internasional (ICRC) terus berkoordinasi untuk mengupayakan agar ke 82 WNI dapat dipindahkan ke pelabuhan Aden dan dibawa ke Djibouti menggunakan kapal yang disewa Pemerintah. [**]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT