Bupati Berharap Bengkalis Jadi Kota Pendidikan

Kamis, 09 April 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh membuka Lokakarya dan Rapat Koordinasi Politeknik Negeri se-Indonesia di Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (8/4).

Lokakarya dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Nasional di Wilayah Perbatasan diikuti 29 Politeknik dari 26 provinsi.

Lokakarya digelar sebagai solusi mempersiapkan diri berbasis pendidikan guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sementara Rakor Politeknik membicarakan tentang pembangunan dan pengembangan pendidikan nasional di wilayah perbatasan.

"Dengan adanya lokakarya seperti ini, diharapkan pengembangan pendidikandi Bengkalis dan sesuai harapan kita agar Bengkalis menjadi kota pendidikan, semakin mantap dan terwujud," ujar Bupati Herliyan dalam sambutannya.

Menurut Bupati, sejalan dengan visi dan misi Pemkab Bengkalis untuk memajukan daerah, maka pendidikan menjadi faktor utama dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dan andal.

"Apalagi dengan diberlakukannya MEA Desember 2015 nanti, menuntut kesiapan kita di wilayah perbatasan dalam berbagai aspek yang diperlukan dan menjadi tameng bagi masyarakat kita dalam menghadapinya," ungkap Bupati.

Sebagai tuan rumah Rakor Politeknik se-Indonesia, kepada Politeknik Negeri Bengkalis, Bupati berharap melalui rakor ini mampu berjibaku bersama Pemerintah Daerah dalam menyiapkan SDM yang dapat bersaing secara Internasional.

Dalam lokakarya ini pesertanya terdiri dari pimpinan dan anggota DPRD Bengkalis, Kepala dan staf kantor, badan dan dinas di instansi pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta para wakil direktur bidang kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Pembelajaran dan Pengembangan Kemahasiswaan Kementerian Restek dan Perguruan Tinggi diwakili Pimpinan Program Pengembangan Politeknik se-Indonesia, Taufik Ansor menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan lokakarya ini.

Ia sangat mendukung dan berharap Politeknik Negeri Bengkalis yang secara geografis sangat strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, suatu saat nanti bisa menjadi seperti Politeknik di Singapura.

Sementara menurut Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, M Milcan, lokakarya ini diikuti 200 peserta dari 26 provinsi se-Indonesia.

Adapun sebagai narasumbernya adalah Pimpinan Program Pengembangan Politeknik se-Indonesia, Taufik Ansor, Guru Besar Universitas Riau,  Prof Auzar dan Wakil Direktur Bidang  Kemahasiswaan Poltek Negeri Indonesia. [rdi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT