Menapak Jejak Pemuda Suku Badui, Menambang Batu Kalimaya Banten

Selasa, 07 April 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kalimaya black Opal atau yang sering kita dengar dengan Kalimaya Banten, merupakan batu mulia khas Banten yang kini tengah digandrungi, namun tidak mudah untuk mendapatkannya, bahkan untuk mendapatkan batu ini penambang harus mepertaruhkan nyawanya dalam tambang..

Diceitakan salah satu penambang yang kerap dipanggil Kang Budi warga suku Badui, Jawa Barat, dia dan penambang lain harus masuk ke dalam lubang hingga belasan meter untuk mencari batu kalimaya ini apalagi dengan kualitas batu terbaik bisa berjam-berjam, bahkan setengah hari dalam lobang ini.

"Kalau yang tak biasa maka akan sesak nafas dalam tambang ini, apalagi musim hujan kami sangat kawatir lobang ini rubuh dan digenagi air bah mendadak, namun untuk merauip rupiah kami terpaksa lakukan juga," Jelas Kang Budi, Selasa (7/4/15) dilokasi Tambang, Lebak, Banten.

Diceritakan Budi yang kerap dipanggil akang ini, para penambang di Desa Marga Sari, Kecamatan Sajira Kabupaten lebak, dengan peralatan seadanya mereka membuat lubang sepanjang 9 hingga 11 meter dan masuk ke dalamnya untuk mencari keberadaan kalimaya di antara bebatuan yang ada di dalam tanah.

"Terkadang kami kekurangan oksigen saking dalamnya menggali, kalau dilihat sudah kaya tikus tanah," Jelasnya.

Untuk mendapatkan batu kalimaya dengan kualitas bunga terbaik sangatlah sulit dan tidak bisa diperkirakan untuk diman lokasi untuk mendapatkannya, kadang kala baru masuk 5 meter sudah menjumpai sijarong nan indah ini, namun terkadang 2 hari menggali hanya mendapatkan Sempur yang tak kelihatan Jarongnya.

"Sulit mendapatkannya kembang jarong ini Mas, kadang di dalam berjam-jam hingga berbulan bulan belum tentu mendapatkan kalimaya ini," ujarnya setengah mengeluh.

Disebut Budi, para penambang selama berbulan-bulan tinggal dan beraktivitas di tengah hutan di antara bukit yang berada di daerah Lebak untuk mengumpulkan batu khas Banten tersebut mereka mendirikan tenda, makan tidur terpaksa mereka lakukan dilokasi tambang.

Selain keindahan, dan tingkat kesulitan yang beresiko kehilangan nyawa untuk mendapatkan satu batu kalimaya ini berakibat harganya cukup mahal, apalagi kalimaya memiliki keindahan.

Biasanya penduduk sekitar tambang menunggu hasil panen didalam tanah ini, setelah para penambang memilih batu berkwalitas bisanya warga sekitar membawa sampah ini untuk dijual lagi.

"Sampahnya saja laku 150 per Kilogram," Tukasnya.(basya)

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT