Bea Cukai Serahkan Kasus Penembakan Penyelundup ke Polisi

Selasa, 07 April 2015 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pihak Bea Cukai menyerahkan sepenuhnya kasus atas insiden tewasnya Darmawan bin Jamaluddin, anak buah kapal (ABK) penyeludup bawang merah ilegal ke pihak kepolisian, Senin (6/4).

Darmawan bin Jamaluddin yang diduga menyelundupkan bawang merah dari Batu Pahat, Malaysia dengan tujuan pelabuhan rakyat Sungai Liong, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tewas tertembak senapan laras panjang petugas Bea Cukai Pratam Bengkalis, Sabtu (4/4) malam. Tewasnya Darmawan bin Jamaluddin dilaporkan pihak keluarga ke Polres Bengkalis.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Riau Sumbar, Robi T dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kantor Bea Cukai Bengkalis, Senin (6/4) sore menegaskan, proses hukum tewasnya Darmawan diserahkan ke polisi (Polres).

Sementara untuk proses hukum penyeludupan yang dilakukan Darmawan dan kawan-kawan menjadi tugas institusinya untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan tersebut.

“Untuk kasus penyelundupannya, menjadi PR kami untuk melakukan penindakan. Sementara untuk kasus kematian ABK, kita serahkan ke pihak Kepolisian dan kita menghargai proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian saat ini,”  kata Robi T.

Robi T didampingi Kepala Bidang Penindakan Agus Wahyono dan Kepala Bea Cukai Bengkalis, Ade Irawan menegaskan, dalam melakukan penghentian sarana pengangkut (kapal yang dicurigai melakukan penyeludupan), tim patroli telah melakukan prosedur yang selama ini sudah baku dan harus dilakukan.

‘’Tim patroli telah memberikan peringatan dengan pengeras suara dan lampu sinar untuk minta kapal berhenti. Namun kapal tersebut tetap tidak berhenti dan malah melakukan upaya perlawanan dengan menabrakkan kapal ke kapal patroli. Setelah beberapa kali upaya menabrak dilakukan sehingga mengakibatkan lambung kiri kapal patroli sobek,” terang Robi T.

Pada saat itu, tambah Robi, tim patroli yang dipimpin Yusnaperi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun tak diindahkan oleh kapten ataupun ABK dengan terus melakukan upaya-upaya perlawan dengan beberapa kali menabrak kapal patroli Bea Cukai.

‘’Penggunaan senjata ini sebenarnya pilihan terakhir, itupan diarahkan ke mesin kapal dengan tujuan untuk menghentikan kapal. Namun dalam kondisi yang gelap dan jendela kapal dalam keadaan tertutup, sehingga terjadi insiden tewasnya ABK bernama Darmawan," ujarnya.

Ditambahkan Robi, upaya menembak mesin kapal karena kapal penyelundup ini dinilai sudah membahayakan keselamatan petugas. Sebab, jika dibiarkan kapal patroli BC yang terbuat dari fiber itu akan tenggelam.

Ketika ditanya apakah pihak BC sudah mengetahui siapa pemilik atau siapa di balik aksi penyeludupan bawang merah ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan karena dua ABK lainnya melarikan diri.

“Ini menjadi tugas kami untuk terus menyelidikinya. Jika tersangkanya sudah diketahui dan berhasil kita tangkap,  maka akan kita serahkan ke pihak Kepolisian,” ujarnya.

Ditambahkan Agus, penangkapan terhadap kapal penyeludupan bawang merah ini, bukan merupakan kebetulan. Tapi berdasarkan data intelejen yang menemukan ada indikasi aktivitas penyelundupan dari Batu Pahat, Malaysia. Saat diminta berhenti untuk pemeriksaan dokumen barang, kapal tetap melaju.

‘’Tapi kapal terus jalan, sampai menuju arah Sungai Liong. Pelaku diduga tiga orang, satu orang yang tertembak diduga tekong lompat ke laut, sementara dua lagi lari ke darat dan tidak berhasil kita tangkap,” ujarnya.

Tapi ketika ditanya siapa anggota tim patroli yang melakukan penembakan tersebut, Agus tidak bersedia memberi penjelasan karena menjadi wewenangnya pihak Kepolisian.

Sementara itu, terkait proses hukum yang dilakukan penyidik Polres Bengkalis, pihak Polres sudah memeriksa 6 orang saksi. Salah satunya berinisial SL yang memegang senjata laras panjang buatan Pindad jenis SSBC.

"Kita sudah meminta keterangan enam orang saksi, salah satunya SL," kata Kasat Reskrim Polres Bengkalis melalui KBO Reskrim, Ipda Ispikar kepada wartawan diruang kerjanya, Senin siang. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT